Pencurian itu terjadi pada Kamis (23/7/2020) dini hari. Diketahui, para pencuri itu menyembelih 9 ekor kerbau dan mengambil dagingnya.
"Yang dicuri, yang dipotong itu 9 yang 4 sempat dibawa pencurinya tapi disisain dalemannya doang ditinggal di TKP-nya," kata pemilik kerbau, Hani Purnomo, kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Kamis (23/7).
Peristiwa penyembelihan itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ketika orang tua Purnomo sedang mengontrol hewan ternaknya. Ayahnya kaget saat melihat hewan ternaknya terkapar hanya tersisa bangkainya.
"Kalau kira-kira dieksekusinya sih jam 3-an karena kalau saya itu kan setiap malem kontrol sampai jam 2 mungkin karena udah ngantuk pindah ke gubuk, mungkin saat itu dieksekusi," kata dia.
Kerugian yang dialaminya mencapai Rp 270 juta. Harga per ekor bervariasi, yaitu Rp 25-30 juta. Purnomo kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Ia menyatakan peristiwa pencurian ini baru pertama kali terjadi selama ia menggeluti dunia petenakan. Pihaknya berharap para pencuri segera ditangkap.
"Mudah-mudahan dengan laporan ini pelakunya bisa ketangkep lah," tuturnya. (isa/isa)











































