99 Warga Rohingya di Aceh Resmi Jadi Pengungsi di Bawah UNHCR

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 15:19 WIB
Menlu Retno Marsudi
Menlu Retno (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) menyatakan 99 warga etnis Rohingya di Aceh resmi terdaftar sebagai pengungsi. Para migran kini di bawah perlindungan The UN Refugee Agency (UNHCR) Indonesia.

"UNHCR telah selesai melakukan proses registrasi terhadap seluruh 99 migran. Saat ini, mereka semua resmi menjadi pengungsi di bawah mandat perlindungan UNHCR Indonesia," kata Menlu Retno Marsudi, saat konferensi pers secara virtual Kemlu, Kamis (23/7/2020).

Retno merinci pengungsi etnis Rohingya tersebut terdiri dari 72 perempuan dan 27 laki-laki. Kemudian, ia menjamin kesehatan para pengungsi dalam keadaan baik dengan melakukan tes COVID-19.

"Detail 99 pengungsi etnis Rohingya adalah perempuan 72 orang terdiri dari 31 dewasa dan 41 anak-anak. Sementara, Laki-laki 27 orang terdiri dari 16 dewasa dan 11 anak. Kondisi kesehatan para pengungsi dinyatakan baik dan telah diuji nonreaktif terhadap COVID-19," jelasnya.

Meskipun tes COVID-19 menyatakan nonreaktif, Kemlu tetap melakukan langkah antisipasi dengan mengawasi jalannya protokol kesehatan COVID-19. Selain itu, pihaknya membatasi interaksi pengungsi dengan masyarakat lokal.

"Pengawasan protokol COVID-19 terus diterapkan khususnya mengantisipasi interaksi para pengungsi dengan masyarakat lokal. Tidak ditemukan masalah serius terhadap kondisi kesehatan perempuan dan tidak terdapat pengungsi yang hamil saat ini," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Indonesia menyelamatkan puluhan pengungsi etnis Rohingya yang memasuki perairan Aceh Utara. Para pengungsi itu saat ini ditampung di eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (26/6), 99 pengungsi Rohingya diselamatkan di perairan Aceh Utara pada Rabu (24/6). Kemlu menyatakan keputusan itu atas dasar kemanusiaan karena kondisi para pengungsi memprihatinkan dan membahayakan jiwa mereka.

"Para pengungsi saat ini ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Aceh. Fokus utama sekarang adalah pemenuhan kebutuhan dasar, pemberian penampungan sementara, dan pelayanan kesehatan. Hal-hal tersebut dilakukan dengan memastikan berlakunya protokol kesehatan guna mencegah penularan virus COVID-19 di kalangan migran etnis Rohingya," demikian keterangan dari situs resmi Kemlu.

(zap/zap)