Warga Uighur Desak Mahkamah Internasional Selidiki China Atas Genosida

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 16:43 WIB
Pemerintah China dikabarkan ambil sejumlah langkah untuk tekan jumlah populasi etnis Uighur. Mulai dari memaksa wanita Uighur gunakan kontrasepsi hingga aborsi.
Foto: Kamp Uighur di China (AP Photo)
Den Haag -

Warga Uighur yang mengasingkan diri mendesak Mahkamah Pidana Internasional (The International Criminal Court/ICC) untuk menyelidiki China atas dugaan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Mereka mengajukan sejumlah bukti ke pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda, atas kasus mereka ini.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/7/2020), bukti-bukti yang diserahkan kepada jaksa ICC itu, menuduh China menyekap lebih dari satu juta warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya di kamp-kamp pendidikan kejuruan dan mensterilkan perempuan secara paksa.

China menyebut tuduhan sterilisasi paksa tidak berdasar dan mengatakan fasilitas di wilayah barat laut Xinjiang adalah pusat pelatihan kerja yang bertujuan menjauhkan orang dari terorisme.

"Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi kita," kata Salih Hudayar, Perdana Menteri dari pemerintah Turkistan Timur dalam pada konferensi pers virtual yang diadakan di Washington dan Den Haag.

China bukan anggota ICC, namun pengacara untuk Uighur mengatakan ICC dapat mengikuti contoh penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap perlakuan terhadap Muslim Rohingya oleh Myanmar, yang juga bukan merupakan pihak dalam pengadilan.

Hakim-hakim ICC memutuskan pada 2018 bahwa penyelidikan Rohingya dapat dilanjutkan karena situasi di Myanmar mempengaruhi orang-orang di negara tetangga Bangladesh, yang merupakan anggota ICC.

Selanjutnya
Halaman
1 2