Round-Up

Update Kasus Positif Corona Tak Lagi dari Juru Bicara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 20:11 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Di era Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, data Corona disampaikan secara harian. Gugus Tugas COVID-19 kini bersalin rupa dan update kasus konfirmasi Corona sejauh ini tak lagi dari juru bicara.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Aturan itu diteken Presiden Jokowi pada 20 Juli.

Di dalam perpres tersebut, Jokowi membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Fungsinya kini diemban oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang berada di bawah Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Satgas ini tetap dipimpin Letjen Doni Monardo, yang sebelumnya mengomandoi Gugus Tugas COVID-19. Perubahan Gugas ke Satgas ini ternyata berdampak ke strukturnya.

Achmad Yurianto kini tidak lagi menjabat juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19. Posisi itu kini dijabat oleh Wiku Adisasmito.

"Nanti ada tambahan bahwa juru bicara pemerintah di sini adalah ditunjuk Prof Wiku dari BNPB dan Pak Budi Gunadi Sadikin khusus untuk Satgas Ekonomi," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers yang disiarkan oleh akun YouTube Menko Perekonomian RI, Selasa (21/7/2020).

Wiku pun tampil perdana sebagai juru bicara pemerintah dalam penanganan Corona ke publik setelah menggantikan Achmad Yurianto pada Selasa (21/7). Dia tak memaparkan update kasus harian Corona seperti pada era Yuri.

"Selain itu, terjadi perubahan pengumuman kasus COVID harian yang sebelumnya disampaikan oleh Dirjen P2P Kemenkes dr Achmad Yurianto, selanjutnya update kasus harian dapat langsung dilihat di portal www.covid19.go.id," kata Wiku.

Dalam penampilan perdananya sebagai jubir pemerintah dalam penanganan Corona, Wiku menyampaikan beberapa kabar baik terkait penanganan COVID. Di antaranya terkait perkembangan vaksin Corona hingga sejumlah daerah di Indonesia yang termasuk zona risiko tinggi, zona risiko sedang, dan zona risiko rendah penyebaran COVID-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2