HNW: 'Klepon Tidak Islami' Pengalihan Isu, Jangan Termakan Jurus Adu Domba

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 20:09 WIB
Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) (Dok. MPR)
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai isu 'klepon tidak islami' sebagai sebuah jurus adu domba dan pengalihan isu. Dia mengajak masyarakat jangan mau diadu domba dari isu 'klepon tidak islami'.

"Pertama, kan nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba dimunculkan isu itu, dan kemudian dibikin ramai. Dalam dunia politik maupun dalam dunia socmed, nggak ada sesuatu yang nggak ada ujung pangkalnya. Tiba-tiba bisa membeludak dan menghadirkan kehebohan, kalau tidak, karena sesuatu ya memang ada maksud tersembunyi di balik kemunculan ini," ujar HNW saat dihubungi, Rabu (22/7/2020).

HNW menilai isu 'klepon tidak islami' sebagai jurus adu domba karena dalam narasinya dibandingkan dengan kurma. Menurutnya, membandingkan klepon dengan kurma merupakan salah satu jurus menyebar islamofobia.

"Jadi seolah-olah ujung dari itu kemudian orang akan nyinyir kepada makanan-makanan yang berbau keislaman. Kurma yang disimbolkan kearab-araban, keislaman, itu kemudian diposisikan menjadi seolah-olah tidak mengindonesia, tidak membumi, karenanya kemudian layak dinyinyiri dan di-bully. Jadi ini kelanjutan daripada jurus-jurus islamofobia," ucapnya.

Menurutnya, tidak tepat jika klepon disebut tidak Islami. Dia juga mengaku klepon jadi makanan khas yang sering disantap pimpinan PKS.

Terkait pengalihan isu, HNW mengaku khawatir isu klepon tidak Islami yang viral di media sosial ini menutup isu-isu aktual dan penting lainnya. Dia mengajak masyarakat agar tidak terpancing isu klepon tidak Islami ini.

"Kedua, kalau soal pengalihan isu karena memang banyak sekali isu yang lagi ramai. Isu tentang Djoko Tjandra, Harun Maisku, isu penanganan COVID-19, isu masalah korupsi, isu pilkada, banyak isu yang penting perlu perhatian serius. Tapi kemudian dimunculkan isu remeh temeh kaya klepon ini dan kemudian teralihkan lah kepedulian publik dalam masalah COVID-19. Termasuk untuk niat Pak Jokowi untuk me-reshuffle kabinet atau membubarkan lembaga itu juga kan teralihkan," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2