Pelanggan Klepon di Solo: Warga Perkampungan Arab hingga Hotel Syariah

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 15:15 WIB
Klepon di Solo.
Klepon di Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Klepon menjadi heboh setelah disebut-sebut sebagai makanan yang tidak Islami. Namun di Solo, klepon ternyata juga disukai warga dari kampung Arab hingga menjadi sajian di hotel-hotel syariah.

Rasanya yang gurih dengan legitnya gula merah memang membuat klepon digandrungi banyak orang. Belum lagi karena harga jajanan tradisional Jawa ini memang relatif murah.

Di Solo, klepon bisa ditemukan di Pasar Gede Solo. Klepon dijual bersama jajanan pasar lainnya yang biasa seperti lenjongan, cenil, ketan ireng hingga gethuk.

Juniyati, pedagang jajanan tradisional di Pasar Gede, juga merasa heran dengan viralnya klepon yang disebut tidak Islami. Padahal bahan-bahannya tidak mengandung sesuatu yang haram.

"Bahannya dari tepung ketan, pewarnanya khusus pewarna makanan, di dalamnya gula merah," kata Juniyati, Rabu (22/7/2020).

Klepon di Solo.Klepon di Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Pelanggannya pun sangat bervariasi. Selain dari wisatawan, banyak masyarakat Solo yang membeli, tak terkecuali warga berbagai etnis dari kampung Arab di Pasar Kliwon, kampung pecinan di Balong dan Ketandan. Tak terkecuali hotel-hotel juga banyak memesan klepon.

"Dari kampung Arab banyak. Hotel syariah juga sering pesan ke sini," ujarnya.

Klepon jualannya dihargai Rp 5 ribu sebungkus. Dia buka dari pukul 07.00 WIB hingga 16.00 atau 17.00 WIB.

Pedagang lain, Rubi, mengatakan hal yang serupa. Bahan-bahan yang digunakan pun sudah dicek oleh pemerintah.

"Saya dapat bahannya malah dari pemerintah, sudah dijamin aman," tutupnya.

(rih/mbr)