Round-Up

Menanti Titik Terang Fotografer Muncikari Hana Hanifah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 07:21 WIB
Foto Hana Hanifah (Datuk Haris Molana-detikcom)
Foto: (Datuk Haris Molana-detikcom)
Jakarta -

Genap seminggu berstatus tersangka, keberadaan fotografer J tak kunjung diketahui rimbanya. Jejak muncikari kasus prostitusi yang menyeret artis FTV Hana Hanifah belum terlacak polisi.

J resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Medan sejak Selasa 14 Juli 2020. Selain J, polisi menetapkan muncikari R sebagai tersangka dalam kasus serupa.

Sementara Hana Hanifah dipulangkan ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan intensif. Status Hana Hanifah hanya sebagai saksi.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko saar itu mengungkapkan J merupakan fotografer yang berada di Jakarta.

"Tersangka, Saudara R komunikasi dengan tersangka lain, yaitu Saudara J, yang ada di Jakarta, yang kita duga adalah muncikari di Jakarta. Saudara J ini mengaku profesinya adalah fotografer, mereka sering bertemu di salah satu kafe di seputaran Senayan, Jakarta," kata Riko Sunarko saat itu.

Riko Sunarko lalu membeberkan peran masing-masing tersangka. Menurut Riko, tersangka J kerap bertemu dengan Hana di sebuah kafe di Senayan, Jakarta.

"Jadi si H ini dia nongkrong-nya di kafe itu dengan temen-temen-nya. Si J ini yang koordinir yang kita duga dia muncikarinya," ungkap Riko.

Lalu, Riko mengatakan J menawarkan kencan ke Hana Hanifa. Setelah itu, J menawarkan ke pengusaha berinisial A.

"Dia (J) inilah yang aktif menawarkan itu, mau nggak, mau nggak, mau nggak gitu. Baru si J menawarkan ke sini (ke A)," ujarnya.

"Iya (J menawarkan ke A)," imbuhnya.

Riko menyebut peran J tergolong tidak sembarangan. Sebab, J merupakan orang yang mengirim uang kepada Hana Hanifah.

"Kemudian terhadap dari keterangan Saudari H (Hana) dia menerima transferan Rp 20 juta dari saudara J yang ada di Jakarta. Tapi, karena dirinya sebagai objek yang diperdagangkan, sesuai UU TPPO Nomor 21/2007, untuk sementara kita jadikan saksi," terang Riko.

Lebih lanjut, Riko menjelaskan peran J dalam kasus dugaan prostitusi itu. J disebut sebagai perantara yang mengirimkan sejumlah uang ke Hana Hanifah. Uang itu berjumlah Rp 20 juta.

Sementara tersangka muncikari R, disebut Riko, hanya berperan membantu di Medan. R diminta J menjemput H di Bandara.

"Si R, ini pengakuannya dia hanya bantu aja. 'Nanti kalau ada tamu atas nama ini kamu jemput di bandara. Nanti kamu antar'. Intinya gitu aja," kata Riko menirukan ucapan J.

Riko mengungkapkan muncikari R telah diamankan polisi di lobi salah satu hotel di Medan.

R kemudian menyebut Hana sedang bersama A di salah satu kamar. Saat diamankan, Hana Hanifah tengah bersama seorang pria berinisial A. Polisi menyebutkan saat di kamar hotel, Hana Hanifah dalam kondisi setengah tidak berpakaian.

R kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 2 UU 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). R terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Berbeda dengan R, J masih dikejar polis. "Saudara J kita dalami, kita kejar ke Jakarta," ungkapnya.

Riko menuturkan pihaknya juga bakal menerjunkan tim ke Jakarta untuk menangkap J.

"Terhadap tersangka kita akan tahan. Kemudian, Saudara J kita dalami, kita kejar ke Jakarta," ungkapnya.

Pihak Polda Metro Jaya bahkan siap membantu pencarian fotografer tersebut.

"Kalau memang ada ini... ya nggak masalah kita kan satu kesatuan dengan Polda Sumut. Kalau memang ini, nggak ada masalah kita pasti backup," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat ketika dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Namun hari berganti hari, sudah sepekan perburuan J belum membuahkan hasil.

Selanjutnya
Halaman
1 2