DPRD DKI: Hiburan Malam Riskan Corona, Belum Manfaat Dibuka Saat Ini

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 19:51 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani menilai ada risiko besar penularan virus Corona (COVID-19) di tempat hiburan malam. Sebab, ada banyak orang yang berkumpul di tempat hiburan malam, yang ruangannya tertutup.

"Tempat hiburan ini kan semacam closed-circuit, alias tertutup dan cenderung orang berkumpul dalam kuantitas padat ruangan tertutup. Apalagi terapis, orang berjarak terlalu dekat di ruangan yang terbatas. Sangat riskan penyebaran COVID," kata Zita dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2020).

Zita menilai wajar bila Pemprov DKI tidak mengizinkan tempat hiburan malam dibuka karena kasus Corona di Ibu Kota cenderung meningkat. Zita mengingatkan, dalam menekan angka penyebaran Corona, bukan hanya tempat hiburan malam yang dilarang dibuka.

"Kasus positif COVID-19 di Jakarta cenderung meningkat. Wajar kalau Pemprov belum izinkan untuk buka. Sekolah saja belum buka, bahkan banyak sekolah swasta yang kolaps karena harus tutup, dan tidak mengeluh. Kalau sekarang tempat hiburan juga merasakan hal yang sama, wajar saya rasa," ujarnya.

Zita mengatakan sektor-sektor yang dibuka haruslah sektor yang punya manfaat di tengah pandemi. Dia menyebut tempat hiburan malam belum ada manfaatnya secara signifikan.

"Sektor-sektor yang buka harus yang punya kebermanfaatan dan keberpihakan pada situasi pandemi. Kalau hiburan malam untuk apa? Saya belum lihat ada manfaat signifikan di sana. Pajak hiburan malam hanya 25 persen. Kalau untuk kepentingan ekonomi, kita bisa cari lewat jalan lain demi menjaga kesehatan, tidak hanya di tempat hiburan malam," ucapnya.

Dia berharap Gubernur DKI Anies Baswedan tidak memberikan izin operasi tempat hiburan malam. Anies, menurutnya, harus berpihak pada kesehatan warga Jakarta.

"Jangan sampai sekolah tutup, tempat hiburan buka. Saat ini tidak ada yang tidak terdampak. Jadi kalau ada kelompok yang memaksa kehendaknya dan dituruti, pasti akan ada kelompok lain yang menuntut haknya juga. Saya yakin Pak Gubernur akan bijak dalam memilih langkah, dan semoga lebih berpihak pada kesehatan warga Jakarta dan dunia pendidikan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) menggelar demo di Balai Kota DKI Jakarta untuk menuntut dibukanya tempat hiburan malam. Mereka meminta Pemprov DKI tidak mendiskriminasikan tempat hiburan malam atas anggapan semua tempat berpotensi menjadi penularan virus Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2