Ini Alasan MAKI Laporkan Azis Syamsuddin ke MKD DPR

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 13:35 WIB
MAKI laporkan Azis Syamsuddin ke MKD DPR
MAKI laporkan Azis Syamsuddin ke MKD DPR (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. MAKI mengungkapkan sejumlah alasan mengapa melaporkan Azis ke MKD.

"Saya hari ini mengadukan pelanggaran kode etik oleh yang terhormat Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI, kapasitasnya itu. Karena beliau tidak memberikan izin kepada Komisi III untuk melakukan rapat dengar pendapat terkait sengkarut Djoko Tjandra," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

MAKI menilai pembahasan kasus Djoko Tjandra di Komisi III sangat penting. Namun, Boyamin mendapatkan informasi bahwa Azis Syamsuddin belum meneken surat izin RDP Komisi III membahas kasus Djoko Tjandra.

"Nah dari sisi itulah melihat kami sebagai masyarakat urgen dan pentingnya rapat dengar pendapat oleh Komisi III. Tapi kemarin saya mendapatkan masukan ada informasi dan data juga bahwa Pak Azis Syamsuddin belum menandatangani itu," ujarnya.

Menurut Boyamin, Ketua DPR Puan Maharani telah memberi izin Komisi III untuk mengelar RDP tersebut. Izin RDP juga telah disampaikan kepada pimpinan DPR.

"Padahal Ketua DPR sudah meng-acc dan sudah dirancang dan kalau toh itu istilahnya ada larangan rapat dengar pendapat pengawasan oleh komisi-komisi terhadap lembaga mitranya, itu kan kalau dilarang tidak ada izin. Nah maka ini dibutuhkan izin, nah izin itu kan dikemukakan di situ urgensinya segala macem," ucap Boyamin.

"Dan ini kan bukan kitab suci dan itulah fungsinya izin, dan izin ini fungsinya hanya koordinasi supaya tidak benturan dengan lembaga yang mau diundang dan kemudian teman-teman yang reses di lapangan," sambungnya.

Alasan berikutnya adalah fleksibilitas RDP yang bisa dilakukan secara daring atau online. Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Corona.

"Alasan berikutnya adalah ini kan masa Corona, DPR juga tidak melakukan rapat atau tatap muda dengan rakyat atau konstituennya, masing-masing yang ada di Jakarta maupun pulang ke rumahnya ya tinggal di rumah. Dan rapat dengar pendapat ini pun juga pasti akan diselenggarakan dengan cara online," tuturnya.

Tonton video 'Azis Syamsudin Dilaporkan ke MKD Gegara Tolak Rapat Soal Djoko Tjandra':

Selanjutnya
Halaman
1 2