Kapolda Kalsesl Harap Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Segera Diterapkan

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 01:10 WIB
Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta cek kampung tangguh di Kotabaru
Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta (Foto: dok. Polda Kalsel)
Jakarta -

Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Irjen Nico Afinta berharap agar sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan COVID-19 di wilayah Kalsel segera diterapkan. Nico berharap, penerapan sanksi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

"Kami sedang memikirkan (pelaksanaan) peraturan, di mana kita dengar Pak Gubernur (Gubernur Kalsel Sahbirin Noor) sendiri sudah merancang Pergub yang memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang tidak menaati aturan," kata Nico dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7/2020).

Saat ini di Kalsel sendiri sudah ada 8 peraturan kepala daerah yang mengatur tentang penanganan COVID-19 maupun sanksi yang mengaturnya, terdiri dari 1 Pergub dan 7 Peraturan Bupati/Wali Kota.

"Peraturan-peraturan tersebut yang mengatur sanksi bagi yang melanggar protokol COVID, sehingga nantinya Pemda, TNI, Polri dapat laksanakan penegakan disiplin guna menanggulangi penyebaran COVID," tuturnya.

Nico berharap dengan adanya aturan, masyarakat menjadi taat. Nico mengingatkan penerapan protokol kesehatan adalah upaya penyelamatan bersama.

"Harapannya masyarakat ikut. Jadi sudah keluar peraturan diikuti. Ini program penyelamatan kita semua. Program penyelamatan bisa berhasil kalau kita semua, masyarakat bersama-sama bisa berjalan seiring, se-iya, sekata," tutur Nico.

Nico melanjutkan program Kampung Tangguh hanya salah satu upaya dalam menanggulangi wabah Corona. Namun 'senjata' yang ampuh untuk menanggulangi wabah ini. imbuh Nico, adalah dengan membuat masyarakat paham akan bahaya Corona, adanya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan dan adanya daya untuk mengobati pasien-pasien yang sudah terpapar.

"Naiknya kasus COVID-19 tidak bisa semata-mata dihadapi dengan Kampung Tangguh. Kenaikan angka itu berdasarkan pemahaman masyarakat terkait COVID, melaksanakan aturan protokol COVID-19, pengobatan COVID itu sendiri. Kesadaran masyarakat itu yang utama. Kami berusaha menanggulangi permasalahan tersebut. Tentunya membutuhkan waktu, tidak semudah membalikan telapak tangan," tandas Nico.

(aud/azr)