Catherine Wilson Ungkap Alasan Pakai Sabu ke Polisi: Isi Waktu Saat Pandemi

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 20:26 WIB
Catherine Wilson diamankan polisi atas penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Dalam jumpa pers sore ini, ia dihadirkan dengan memakai baju tahanan.
Catherine Wilson (berbaju tahanan) (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Catherine Wilson mengungkap alasan dirinya mengkonsumsi sabu ke pihak kepolisian. Model yang akrab disapa Keket itu mengaku mengonsumsi sabu tersebut karena merasa sepi job selama pandemi virus Corona.

"Ya hampir sama seperti yang lain ya. Kalau pengakuan-pengakuan itu dengan kekosongan masa pandemi COVID ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/7/2020).

Yusri mengatakan hingga kini pihaknya masih mendalami tiap keterangan Catherine Wilson tersebut. Polisi juga saat ini masih berupaya mengejar DPO A, orang yang diduga menjadi pemasok sabu kepada Catherine Wilson.

"Ini semua yang dia sampaikan. Makanya kita mau dalami dulu ini semuanya. Kemudian juga kita masih lakukan pengejaran kepada DPO A sebagai penjual sabu ini masih kita dalami," ungkap Yusri.

Untuk diketahui, Catherine Wilson ditangkap polisi di kediamannya di kawasan Cinere, Depok, pada Jumat (17/7) lalu. Polisi mengatakan kala itu Keket diamankan bersama dengan seorang penjaga rumahnya inisial J.

Belakangan, diketahui J merupakan orang yang kerap dimintai Catherine Wilson untuk membeli sabu kepada DPO A. Saat penangkapan di kediamannya, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua paket kecil sabu dengan masing-masing seberat 0,66 gram dan 0,4 gram.

Hasil tes urine menyatakan Catherine Wilson dan J positif sabu. Kini, polisi juga telah mengirimkan sampel rambut keduanya ke Puslabfor guna memastikan sejak kapan, Catherine Wilson dan J mengkonsumsi narkotika tersebut.

"Sampel rambut CW alias K dan J sudah kita kirim ke labfor untuk mengetahui seberapa lama mereka telah mengkonsumsi sabu tersebut. Karena pengakuan awal dia menggunakan dua bulan, bahkan mengatakan baru 3 kali pemesanan. Ini yang kita akan dalami," pungkas Yusri.

(mei/mei)