Masih Ada Pengunjung Belanja Pakai Kantong Plastik di Pasar Senen Jakpus

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 16:42 WIB
Pengunjung di Pasar Senen masih ada yang pakai kantong plastik
Foto: Pengunjung di Pasar Senen masih ada yang pakai kantong plastik. (Tiara Aliya/detikcom).
Jakarta -

Sejumlah pengunjung Pasar Senen, Jakarta Pusat, kedapatan masih menggunakan kantong plastik selama berbelanja. Padahal, sejak 1 Juli 2020 DKI Jakarta telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik.

Pantauan detikcom di lantai 2 Pasar Senen Blok 3, Senin (20/7/2020), suasana pasar terpantau ramai dan padat. Adapun, kawasan ini merupakan pusat baju bekas.

Hampir semua kios-kios buka di kawasan ini. Para pedagang baju bekas aktif menawarkan barang dagangannya. Mulai dari baju hingga celana dijajakan oleh pedagang pasar.

"Boleh kak, mampir lihat jaketnya," ucap seorang pedagang baju bekas di lokasi.

Tak hanya pedagang, antusiasme masyarakat pun terlihat di pasar ini. Beberapa kios nampak ramai dikunjungi masyarakat. Terlihat pula beberapa pengunjung menenteng belanjaannya.

Hanya saja, terlihat masih banyak pengunjung yang membawa belanjaannya menggunakan kantong plastik berbagai ukuran. Baik yang berukuran sedang hingga kantong plastik ukuran besar.

Pengunjung di Pasar Senen masih ada yang pakai kantong plastikPengunjung di Pasar Senen masih ada yang pakai kantong plastik. (Tiara Aliya/detikcom).

Hanya ada beberapa masyarakat saja yang membawa kantong ramah lingkungan. Selain itu, ada pula masyarakat yang tetap menggunakan kantong plastik karena kantong ramah lingkungan yang dibawa tidak muat menampung belanjaannya.

Seperti diketahui, Perumda Pasar Jaya yang menaungi sejumlah pasar di DKI Jakarta, salah satunya adalah Pasar Senen, melarang penggunaan kantong plastik. Namun, sejauh ini masih ditemui masyarakat yang tak mengindahkan larangan penggunaan kantong plastik di Pasar Senen.

Meskipun begitu, baik pedagang dan pengunjung tertib memakai masker serta menerapkan protokol kesehatan virus Corona (COVID-19).

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejak 1 Juli 2020 telah melarang penggunaan kantong plastik di lingkungan Perumda Pasar Jaya, Mall hingga swalayan. Hal ini tertuang dalam Pergub DKI Jakarta Nonor 143 Tahun 2019 tentang kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warig mengungkapkan bukan tanpa alasan aturan ini diberlakukan. Tujuannya mengurangi sampah di Indonesia yang didominasi oleh plastik dan prosesnya yang dinilai sulit terurai.

"Sekarang ini di Bantar Gebang sudah penuh dengan kresek. Yang sekarang sudah mencapai 39 juta ton (sampah), 34%-nya itu plastik dan kebanyakan kantong kresek. Kalau kita nggak berbuat sesuatu nanti makin lama makin membebani lingkungan dan kasihan anak cucu kita nanti nggak kebagian tempat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih kepada detikcom, Minggu (28/6).

Tiga sarana perdagangan di atas tidak boleh lagi menyediakan kantong plastik sekali pakai. Jika ada penjual yang nekat, Pemprov DKI tidak segan-segan akan menerapkan sanksi bertahap.

"Kita kan berangkat dari filosofi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Jadi tentu sebagaimana norma yang ada di Pergub, sanksi itu kan bertahap. Bukan langsung sanksi, edukasinya ada, pengawasan, pemantauan, lalu ada teguran, peringatan, baru sanksi," ucap Andono.

(elz/ear)