ADVERTISEMENT

Kantong Plastik Dilarang, Pedagang Pasar Mampang Sulit Cari Pengganti

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 21:33 WIB
Suasana Pasar Mampang pada Selasa (7/7/2020) malam (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Foto: Suasana Pasar Mampang pada Selasa (7/7/2020) malam (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Pasar Mampang Jakarta Selatan telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik. Namun, masih ada pedagang yang mengeluhkan penerapannya.

Pedagang bumbu dapur bernama Sudarti (72) mengungkapkan bahwa penerapan larangan kantong plastik di Pasar Mampang masih belum efektif. Hal ini disebabkan karena sulitnya mencari pengganti kantong plastik untuk membungkus bumbu dapur. Sudarti memutuskan untuk tetap menyiapkan kantong plastik untuk pembeli.

"Iya nerapin. Tapi ya yang namanya orang, kalau sudah ada peraturannya nggak ada... gantinya. Jarang masih ada yang pakai plastik. Ini nggak boleh pakai plastik, tapi gantinya, nah itu kan belum ada. Iya kan. Kecuali kalau orang belanja pakai kantong sendiri itu sudah banyak," kata Sudarti saat ditemui di Pasar Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020)

"Sekarang bagaimana, mbaknya mau disuruh nenteng pakai tangan? Habis kita kan kasihan ya. Tapi saya kasih pengertian, mulai hari ini nggak boleh pakai plastik," sambungnya.

Selain sudarti, pedagang sayuran bernama Kamso (65) mengakui bahwa dirinya kesulitan mendapatkan kertas atau koran untuk membungkus sayuran. Sehingga, ia pun tak setuju terhadap larangan ini.

"Kalau saya nggak setuju. Kecuali untuk yang dibawa pulang kita bisa saja lah ngadain kantong yang ada karungnya itu ya. Tapi kalau untuk layani kita nggak setuju. Koran sekarang mana ada. Koran nggak ada, kertas-kertas hilang. Nggak ada koran sama sekali. Kadang kita beli sekilo saja kadang nggak nemu di pasar ini," ungkap Kamso.

Atas hal ini, Kamso meminta peninjauan ulang larangan ini. Sebab, kata Kamso, penerapannya di lapangan tidaklah mudah.

"Kalau masalah itu, tolong ditinjau ulanglah kebijakan plastik itu. Soalnya kalau belum mempraktikkan ke lapangan, kalau mbak kan tahu orang belanja beli apa beli apa kalau tanpa ini kan bingung," ujarnya.

"Iya pertama memberatkan. Terus kacau yang mau dagang. Kacau, mau bungkus apa pengganti nggak ada," lanjutnya.

Selaras dengan Kamso, pedagang elektronik bernama Karta (42) mengaku keberatan dengan adanya larangan ini. Lantaran, dia sulit mencari pengganti kantong plastik.

"Kalau penggunaan kantong plastik ya saya orang dagang ya kalau orang belanja banyak nggak ada kantong gimana bawanya? Bukan apa-apa, kalau ada gantinya baru saya mengikuti kan. Kasian yang belanjanya banyak ribet kan. Kalau belanja 1-2 masih bisa diakalin. Kalau belanja 10 macam tahu sendiri kan (mau) disangkutin dimana. Ada yang maksa minta kantong ya dikasih," ujar Karta.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT