Lurah Benda Baru Tangsel Ungkap Alasan Ngamuk, Tepis 'Siswa Titipan Ditolak'

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 19 Jul 2020 12:24 WIB
Lurah Benda Baru
Pertemuan Lurah Benda Baru dengan pihak SMAN 3 Tangerang Selatan setelah kejadian mengamuk. (Foto: dok Lurah Benda Baru)
Jakarta -

Lurah Benda Baru, Saidun, membeberkan alasannya mengamuk dengan menendang stoples makanan di ruang Kepala Sekolah SMAN 3 Tangerang Selatan (Tangsel). Saidun mengaku saat itu membawa aduan masyarakat yang tidak terakomodasi mengenai penerimaan siswa baru.

"Marahnya saya, pertama, kurang komunikasi antara pihak sekolah dengan kita sehingga banyak sekali warga yang memang seharusnya bisa masuk ke situ karena wilayah Benda Baru namun tidak terakomodir," ujar Saidun kepada detikcom, Minggu (19/7/2020).

"Atas aduan dari masyarakat saya, saya komunikasi dengan sekolah. Namun, ada kalimat yang barangkali menyinggung, itu yang jadi batasi, seperti itu," imbuhnya.

Saidun menepis isu bila dikatakan dirinya menumpahkan amarah lantaran siswa titipannya ditolak pihak sekolah. Dia mengaku semata-mata membawa aduan publik.

"Iyalah (isu itu tidak benar), artinya saya bawa aduan dan aspirasi masyarakat semua. Bahwa saya dianggap ada main-main, 'kok pak lurah sebegitunya membela warga', sementara kewajiban saya sampaikan aspirasi masyarakat saya," kata Saidun.

"Ini cuma miskomunikasi. Hanya miskomunikasi, ini buat pembelajaran ke depan, jangan sampai terulang kembali. Kalau lurah ngomong kan enak. Kalau nanti massa yang ngomong turun, warga turun ke sekolahan, sekolah ada di Benda Baru, kan kasihan juga sekolahnya," imbuhnya.

Sebelumnya, peristiwa Saidun menendang stoples beredar dari video yang viral. Polisi pun turun tangan setelah mendapatkan laporan.

"Kejadian Jumat (10/7). Laporan hari Selasa (14/7)," ujar Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto sebelumnya.

"Sekarang dalam proses (penyelidikan) kumpulkan alat bukti dan sebagainya. Yang dilaporkan kegiatan tidak menyenangkan dan meresahkan, intinya itu. Perusakan terhadap ruangan... stoples berisi makanan ditendang, pecah semua," imbuhnya.

Supiyanto menduga pokok persoalan berkaitan dengan urusan siswa. Namun dia mengaku masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Masalah murid mungkin, pendalaman saya," ujar Supiyanto.

Di sisi lain, proses kedisiplinan untuk lurah yang mengamuk itu juga berlangsung. Sanksi untuk Saidun belum ditentukan.

"Saya sudah tugaskan Kepala Badan Kepegawaian untuk melakukan evaluasi atas tindakan yang dilakukan oleh lurah. Nanti dievaluasi itu tindakannya seperti apa, penyebabnya apa, kemudian dia harus diberikan sanksi apa gitu. Nanti kita lihat (sanksinya apa), tergantung pelanggarannya dia apa, bisa teguran, bisa macem-macem," kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

Davnie menyebut, selama proses itu berjalan, Saidun masih akan bekerja sebagai lurah. Di sisi lain, Saidun disebut Davnie sudah meminta maaf kepada pihak sekolah mengenai tindakannya itu.

"Lurah kan sudah minta maaf ke kepala sekolah. Kepala sekolah sudah memaafkan, jadi tetap saja lurah harus bekerja seperti biasa tapi itu menjadi peringatanlah ya, evaluasi jangan sampai terulang lagi," kata Davnie.

Tonton video 'Lurah Pamulang Tendang Stoples di Sekolah, Polisi Turun Tangan':

(dhn/imk)