Pemkot Tangsel Proses Sanksi untuk Lurah Ngamuk: ASN Harusnya Jadi Teladan

Marlinda Oktavia Erwanti, Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 19 Jul 2020 12:08 WIB
Benyamin Davnie
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Proses kedisiplinan untuk Lurah Benda Baru, Saidun, yang mengamuk menendang stoples di SMAN 3 Tangerang Selatan (Tangsel) masih berlangsung. Sanksi untuk Saidun belum ditentukan.

"Saya sudah tugaskan Kepala Badan Kepegawaian untuk melakukan evaluasi atas tindakan yang dilakukan oleh lurah. Nanti dievaluasi itu tindakannya seperti apa, penyebabnya apa, kemudian dia harus diberikan sanksi apa gitu. Nanti kita lihat (sanksinya apa), tergantung pelanggarannya dia apa, bisa teguran, bisa macem-macem," kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat dimintai konfirmasi pada Minggu (19/7/2020).

Davnie menyebut, selama proses itu berjalan, Saidun masih akan bekerja sebagai lurah. Di sisi lain Saidun, disebut Davnie, sudah meminta maaf kepada pihak sekolah mengenai tindakannya itu.

"Lurah kan sudah minta maaf ke kepala sekolah. Kepala sekolah sudah memaafkan, jadi tetap saja lurah harus bekerja seperti biasa tapi itu menjadi peringatanlah ya, evaluasi jangan sampai terulang lagi," kata Davnie.

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi, mengatakan proses dugaan pelanggaran kode etik dilakukan untuk lurah itu. Dia menegaskan lurah sebagai aparatur sipil negara (ASN) seharusnya memberikan contoh.

"Kita akan tindaklanjuti sesuai aturan kepegawaian mengenai kode etik ASN. Akan kita tindaklanjuti. Kita akan adakan rapat dengan Pak Sekda, dengan Pak Inspektorat, apa keputusannya karena beliau ini kan dalam hal ini sesuai ASN tidak berikan teladan, melayani masyarakat, begitu. Nanti dikabari, sekarang tahapan kita akan kita tindaklanjuti," ujar Apendi.

"Saya akan mengambil tindakan kepada beliau dengan lurah yang tidak sepantasnya ASN yang memerikan contoh. Fokus kita adalah pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.

Sebelumnya, peristiwa lurah yang ngamuk menendang stoples beredar dari video yang viral. Polisi pun turun tangan setelah mendapatkan laporan.

"Kejadian Jumat (10/7). Laporan hari Selasa (14/7)," ujar Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto sebelumnya.

"Sekarang dalam proses (penyelidikan) kumpulkan alat bukti dan sebagainya. Yang dilaporkan kegiatan tidak menyenangkan dan meresahkan, intinya itu. Perusakan terhadap ruangan... stoples berisi makanan ditendang, pecah semua," imbuhnya.

Supiyanto menduga pokok persoalan berkaitan dengan urusan siswa. Namun dia mengaku masih akan menyelidiki lebih lanjut.

"Masalah murid mungkin, pendalaman saya," ujar Supiyanto.

(dhn/imk)