Pimpinan MPR Apresiasi Gotong Royong Warga Bantu Korban Banjir Luwu Utara

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 15:25 WIB
Kondisi rumah dan mobil yang tertimbun lumpur akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang.ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.
Foto: ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mendorong Pemerintah Daerah mengkaji lebih dalam terkait penyebab terjadinya banjir bandang ini. Sebab, ini bukan pertama kalinya banjir terjadi di Luwu Utara, dalam dua bulan terakhir, terjadi kurang lebih enam kali banjir dan ini adalah banjir yang terparah.

"Pemda harus segera mengambil langkah cepat untuk memastikan tidak terjadi banjir kembali. Pemda harus melakukan kajian mendalam, terutama di bidang lingkungan hidup dan kehutanan," ungkap Syarief dalam keterangannya, Jumat (17/7/2020).

Di sisi lain, Syarief Hasan mengapresiasi langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyikapi banjir bandang ini.

"Saya perhatikan betul pergerakan cepat dari Pemda untuk membantu masyarakat yang menjadi korban dalam menghadapi bencana alam ini," ungkap Syarief Hasan.

Ia juga sangat mengapresiasi langkah konkrit dari berbagai lembaga dan masyarakat sekitar Luwu Utara yang telah bergotong royong membantu masyarakat terdampak.

"Salah satu ciri khas orang Indonesia terutama orang Luwu adalah rasa senasib sepenanggungan. Ciri khas ini sangat terlihat saat terjadi bencana alam di Luwu Utara. Berbagai organisasi kemanusiaan turun tangan membantu masyarakat dengan penuh keikhlasan," imbuhnya.

Memang, Syarief Hasan memiliki pertalian yang kuat dengan lokasi bencana. Sebab, Syarief Hasan lahir di Palopo, Tanah Luwu. Dan Luwu Utara masih merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Tanah Luwu.

"Tentu, saya sebagai Wija To Luwu juga merasakan duka yang dirasakan oleh masyarakat di Masamba, Luwu Utara," ungkapnya.

Syarief Hasan pun tak lupa menyampaikan duka yang mendalam atas bencana alam banjir bandang yang menerjang Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Senin (13/7/2020). Banjir bandang ini membawa sedimen tanah sampai setinggi dua meter. Banjir ini juga memutus akses komunikasi ke beberapa wilayah di Luwu Utara.

"Bencana alam ini memang sangat menyulitkan sebab terjadi di tengah situasi genting akibat Pandemi COVID-19. Akan tetapi, dengan gotong royong, bencana tersebut dapat segera teratasi," ungkapnya.

Mantan Menteri Koperasi dan UMKM ini juga menuturkan telah berkoordinasi dengan Pengurus Partai Demokrat di Sulawesi Selatan dan berbagai jejaringnya untuk turut membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang di Luwu Utara.

"Memang Pandemi COVID-19 menyulitkan kita untuk bertemu langsung. Akan tetapi, hal tersebut tidak akan memutuskan ikatan sosial dan ikatan batin saya sebagai anak dari Tanah Luwu," imbuh Syarief.

(ega/ega)