Pimpinan MPR Minta BNPB Tetap Waspada Bencana di Tengah Pandemi

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 17:46 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid berharap Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) tetap fokus dan waspada dalam mengantisipasi serta menangani bencana alam, meskipun saat ini BNPB tengah mendapat tugas berat menangani COVID-19. Hal ini ia katakan setelah adanya tragedi bencana alam berupa banjir bandang yang terjadi di di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

"Di tengah fokus menangani bencana COVID-19, kami tetap berharap BNPB tidak lengah mengantisipasi dan menangani bencana alam seperti banjir bandang yang terjadi di Luwu ini," ujar Jazilul dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2020).

"Kami juga mengajak masyarakat umum beserta Pemda Luwu agar ikut turun tangan membantu korban banjir dan keluarganya," tambahnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menegaskan musibah yang terjadi di Luwu Utara bukan tanpa sebab. Menurutnya, musibah tersebut adalah akibat dari ulah manusia yang tak bertanggung jawab.

"Musibah ini memang ujian dari Allah, namun ini juga sekaligus peringatan bagi perusak lingkungan agar berhenti melakukan kegiatan yang merusak alam," tandasnya.

"Aparat yang berwenang dalam hal ini TNI/Polri, Kementerian KLHK harus tegas menertibkan dan menghukum mereka yang merusak hutan. Agar kejadian tidak terulang kembali," tambahnya.

Dirinya juga tidak lupa menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi tersebut. Adapun bencana ini mengakibatkan 15 orang meninggal, 34 orang dinyatakan hilang, dan 4.930 warga terimbas.

"Bagi korban banjir bandang Luwu, kami atas nama pimpinan MPR menyampaikan rasa duka yang mendalam, semoga musibah ini cepat berakhir dan warga yang hilang segera ditemukan," ucapnya.

Sebagai informasi, banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan terjadi pada Senin (13/7) lalu. BNPB mencatat sebanyak 4.930 keluarga di Luwu Utara terdampak banjir bandang berasal dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.

(akn/ega)