Round-Up

Perjuangan Warga Selamatkan Diri Saat Banjir Menerjang Luwu Utara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 23:47 WIB
Kondisi bantaran sungai Masamba akibat banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2020). Akibat banjir bandang tersebut mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan ratusan rumah tertimbun lumpur. ANTARA FOTO/Muktar/yu/hp.
Ratusan Rumah Tertimbun Lumpur Akibat Banjir di Luwu Utara (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menyebabkan 21 orang meninggal dunia. Warga yang selamat bercerita bagaimana berjuang dari terjangan arus banjir.

Banjir bandang terjadi pada Senin (13/7) lalu. Sebanyak 4.930 keluarga di 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, terkena dampak. Hingga saat ini 21 yang ditemukan meninggal. Sebanyak 16 korban meninggal sudah teridentifikasi dan dibawa ke RSUD Andi Djemma dan RS Hikmah.

Sementara itu, lima jenazah lagi ditemukan di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara. Tim SAR gabungan menemukan jasad dipenuhi lumpur saat dievakuasi.

Salah seorang warga Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Masnah (41), bercerita bagaimana hujan deras menyebabkan banjir bandang di Desa Radda. Pada saat itu kejadiannya malam hari. Dia ke luar rumah dan kaget melihat air beserta lumpur dan material banjir sudah menutup halaman depan rumahnya.

Perjuangan Masnah menyelamatkan diri cukup dramatis. Dia awalnya berusaha melarikan diri menggunakan motor, tapi kondisi air yang makin deras turut menyeret motornya.

"Akhirnya saya biarkan saja itu motor (terbawa air). Seandainya tidak saya lepas saya juga pasti terbawa air," tuturnya kepada detikcom di lokasi pengungsian, Rabu (15/7/2020).

Motornya hanyut. Masnah pun kebingungan untuk menyelamatkan diri. Beruntung, saat dia dalam setengah sadar, datang keponakannya yang menolong.

"Kemenakan membawa saya ke perempatan jalan yang aman di daerah atas. Intinya sudah saling terpencar kita (sekeluarga), tidak baku tau mi," imbuhnya.

Suasana makin panik ketika Masnah melihat warga lainnya menyelamatkan diri. Warga berlarian. Termasuk dirinya yang lari ke rumah di salah satu perempatan jalan.

"Saya sendiri posisi sudah menggantung ke rumahnya orang, ada juga yang di bawah kursi, di bawah mobil," tuturnya.

Saat kepanikan terjadi di perempatan jalan tersebut, ibu kandung Masnah dibawa berboncengan motor oleh keponakannya. Mulai saat itu dia sudah sudah tidak tahu kabar ibu kandungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2