Cerita Jerome Polin Ingin Jadi Mendikbud dan Pentingnya Pendidikan

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 10:32 WIB
Ngobrol Sesudah Sore-Jerome Polin
Foto: detikcom
Jakarta - Jerome Polin dikenal sebagai sosok peraih beasiswa di Jepang yang juga aktif sebagai seorang YouTuber. Kisah hidupnya yang menginspirasi membuat banyak kawula muda menjadikannya sebagai idola.

Sebagai sesama generasi muda, entrepreneur muda Putri Tanjung, akhirnya mengajak Jerome untuk ngobrol santai dalam acara Ngobrol Sesudah Sore Vol. 2 bersama Sasa dengan topik 'Menjadi #GenerasiMikir yang Menginspirasi'.

Dengan mengusung tema acara #GenerasiMikir, Sasa ingin generasi muda Indonesia mempunyai cara berpikir kreatif, kritis, dan tidak mudah termakan pengaruh berita-berita negatif. Sasa juga mengajak generasi muda Indonesia untuk sama-sama memajukan bangsa lewat acara yang inspiratif ini.

Selain itu, Sasa akan mendonasikan total Rp 150 juta untuk membantu program penanganan COVID-19 kepada pihak yang dipilih narasumber di setiap episode.

Sesi ngobrol yang disiarkan live di Instagram @putri_tanjung pada Senin (13/7/2020) pukul 20.00 WIB ini berlangsung menarik. Tak hanya bercerita soal kehidupan perkuliahannya di Jepang, Jerome juga memberikan beberapa insight menarik soal pendidikan serta mimpinya untuk Indonesia.

Menurutnya, statusnya kini sebagai seorang mahasiswa di Jepang merupakan sebuah proses untuk mewujudkan mimpinya untuk bermanfaat dan berkontribusi kepada Indonesia khususnya di bidang pendidikan.

"Kalau misalnya apa yang aku mau lakuin itu, yang pasti aku ingin kontribusi untuk Indonesia di bidang pendidikan," ucap Jerome.

Mendengar pernyataan Jerome, Putri spontan menanyakan soal mimpi Jerome yang ingin menjadi Menteri Pendidikan suatu saat nanti.Menjawab pertanyaan itu, Jerome mengaku dirinya saat ini memang cukup mengikuti kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

"Amin, amin, amin, ya proses yang panjang, masih panjang. Kan aku cukup ngikutin berita-berita pendidikan itu, dan menurut aku kebijakannya Pak Nadiem itu udah oke banget kalau misalnya berhasil dilakukan. Dan menurut aku salah satu yang paling penting itu gaji guru," ungkapnya.

Baginya pendidikan jadi kunci dari kemajuan suatu negara. Pandangan ini ia dapatkan dari seorang guru yang mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kata-kata gurunya itu sangat membekas hingga pada akhirnya bisa menjadi salah satu pandangan hidupnya sekarang.

"Aku sangat terkesan dengan pelajaran PKN waktu aku SMA. Guru aku bilang gini: Nggak ada kemajuan negara tanpa pembangunan, nggak ada pembangunan tanpa SDM berkualitas, nggak ada SDM yang berkualitas tanpa pendidikan yang bagus. Jadi kunci dari kemajuan negara adalah pendidikannya. Menurut aku itu sangat masuk akal dan terbukti," tuturnya.

Berbicara soal pendidikan, salah satu unsur yang bisa mengembangkan pendidikan di Indonesia adalah anak muda. Kata dia, Indonesia memiliki potensi besar untuk memajukan negara lewat anak muda yang berpendidikan.

"Sebenarnya potensinya gede. Kalau dibandingin Jepang kan sekarang Jepang ada masalah dengan regenerasi. Kalau Indonesia kan anak mudanya cukup banyak. Tinggal sekarang gimana potensi-potensi ini dipakai si menurut aku, yang mungkin (sekarang) belum terlalu maksimal ya," ujarnya.

Menjadi Jerome yang sekarang tentunya tidak instan. Butuh proses panjang dan campur tangan banyak orang, termasuk peran besar dari kedua orang tuanya. Jerome mengungkapkan orang tuanya mendidik dia dengan sangat baik terutama soal manajemen waktu.

Saat masih menjadi pelajar di sekolah, orang tuanya masih mengizinkannya untuk bermain game setiap Jumat, Sabtu dan Minggu pagi. Namun selain hari itu, ia diminta untuk belajar, atau melakukan hal apa pun selain bermain game.

Dari aturan sederhana ini ia jadi mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Saat setelah selesai belajar, misalnya, Jerome yang tak bisa bermain game di hari biasa jadi bisa mengeksplor hal-hal lain seperti musik di waktu luangnya.

Kebiasaan membagi waktu juga membuat ia bisa menyeimbangkan antara kuliah sebagai prioritas utamanya dan juga membuat konten-konten YouTube sebagai kegiatannya di waktu luang. Ia kini juga sudah membuat sebuah buku yang berisi tentang perjuangannya meraih beasiswa. Melalui buku itu, ia ingin memberikan motivasi bagi orang-orang yang tengah berjuang meraih impian mereka.

Jerome juga memberikan pesan kepada generasi muda untuk menjadi harapan bangsa dengan berjuang sekuat tenaga, belajar, dan bersungguh-sungguh agar pada waktu yang tepat generasi muda saat ini bisa membangun Indonesia.

"Mungkin kita sering ngerasa kesal 'kok negara kita gini?' Nah, nanti ketika kita 10 tahun ke depan kita yang akan megang. Di situlah kesempatan kita. sekarang kita belajar sungguh-sungguh. Ketika kita berada di posisi itu kita bisa membangun negara kita," pungkasnya.

Sesi ngobrol dua generasi muda menginspirasi ini berlangsung sangat seru. Tak terasa 30 menit pun berlalu dan episode Ngobrol Sesudah Sore Vol.2 bareng Sasa di episode 5 pun berakhir. Tapi tenang, kamu tetap bisa nonton Ngobrol Sesudah Sore bareng Putri tanjung setiap Kamis di detikcom.

Masih ada satu episode lagi yang bisa kamu tonton secara live di Instagram @putritanjung Senin (20/7/2020). Di setiap episodenya, Sasa akan mendonasikan total Rp 150 juta untuk membantu program penanganan COVID-19 kepada pihak yang dipilih narasumber.

(ega/ega)