Sebelum Terjun ke Dunia Politik, Ini Cerita di Balik Layar Kang Emil

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 08:16 WIB
Putri Tanjung
Foto: Dok. detikcom
Jakarta - Nama Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil sudah umum dikenal banyak orang Indonesia, terutama sejak menjadi Wali Kota Bandung lalu Gubernur Jawa Barat. Namun, tak banyak yang tahu kiprahnya sebelum turun ke dunia politik dan bergelut di dunia arsitektur.

Selain pernah tinggal dan bekerja di Amerika Serikat serta mengerjakan berbagai proyek desain di berbagai negara, ternyata Kang Emil juga pernah merasakan dipecat, kerja serabutan, bahkan saat istrinya sedang hamil dan siap melahirkan.

Melihat hal tersebut, entrepreneur muda Putri Tanjung mengajak Kang Emil menceritakan kisahnya dan berbagi tips untuk generasi muda dalam acara Ngobrol Sesudah Sore Vol. 2 bersama Sasa dengan topik 'Mampu Berkarya dan Berkontribusi Untuk Negeri'.

Dengan mengusung tema acara #GenerasiMikir, Sasa ingin generasi muda Indonesia mempunyai cara berpikir kreatif, kritis, dan tidak mudah termakan pengaruh berita-berita negatif. Sasa juga mengajak generasi muda Indonesia untuk sama-sama memajukan bangsa lewat acara yang inspiratif ini.

Selain itu, Sasa akan mendonasikan total Rp 150 juta untuk membantu program penanganan COVID-19 kepada pihak yang dipilih narasumber di setiap episode.

Nah, pada episode ketiga dari Ngobrol Sesudah Sore bersama Sasa kali ini, kepada Putri Tanjung dan juga netizen, Kang Emil bercerita banyak soal pengalaman hidupnya, terutama saat menggeluti pekerjaan sebagai arsitektur hingga akhirnya terjun ke dunia politik.

Kata Kang Emil, Arsitektur awalnya bukan jurusan pertama yang ia pilih saat ujian masuk universitas. Namun, siapa yang menyangka bahwa pilihannya itu justru yang membuatnya bisa berkeliling dunia dan termasuk menemukan cintanya.

"Banyak orang tidak tahu sisi sedih saya. Waktu itu pas krisis moneter tahun 97-98-an, sudah kerja di New York, si cinta lagi hamil, tiba-tiba dipanggil divisi personalia, saya dipecat dari pekerjaan. Ternyata kami lupa memperpanjang visa kerja, pas dicek habis minggu depan. Karena kan di sana tidak boleh mempekerjakan imigran ilegal," ujarnya dikutip dari Live Instagram Putri Tanjung, Senin (29/6/2020).

Akhirnya Kang Emil memutuskan bekerja serabutan, meskipun sama masih dalam dunia bangunan. Ia juga mendaftarkan dirinya sebagai orang miskin kota untuk mendapatkan program melahirkan gratis dari pemerintah setempat buat istrinya.

Putri TanjungPutri Tanjung Foto: Dok. Instagram/Putri Tanjung

Setelah itu Kang Emil bercerita mengajukan kuliah di 7 universitas dan diterima di 5 universitas, tetapi memilih Universitas Berkeley karena memberikan biaya kuliah. Namun, istrinya dan sang bayi harus dibawa ke Tanah Air, karena dirinya tidak punya tabungan lebih yang sudah digunakan untuk melahirkan. Ia juga bekerja serabutan sebagai 'tukang photoshop' untuk hidup selama kuliah.

"Saat itu makannya Chinese Food yang murah-murah juga. Sebenarnya ini bukan soal jatuhnya tetapi, bagaimana bisa bangkit setelah jatuh. Saya down banget waktu itu, karena setelah berprestasi di-PHK, istri lagi hamil. Tapi tadi, saya yakin pasti ada jalan keluar. Kuncinya di batin, semua fisik ini ngikut, itu tips dari saya," ujarnya.

Lebih lanjut Kang Emil bercerita dirinya juga pernah didiskriminasi saat bekerja di Berkeley karena tidak pernah diajak bergaul dengan kolega kantornya, bahkan sempat dilecehkan oleh manajer yang berasal dari Belanda. Suatu saat ada suatu proyek besar dari China, ternyata kantor lebih memilih hasil karyanya dan manajer yang tadi, bahkan dipecat sebulan setelahnya.

"Saya pindah ke Hongkong gara-gara proyek itu, kantor bilang proyek Beijing Finance Strip, kaya SCBD lah kalau di Indonesia. Makanya kalau ke sana, saya punya memori karena ada superblok di sana. Pindah lah ke Hongkong, dari Amerika pindah ke Hongkong," ujar Kang Emil.

"Namun karena saya ini kan orang Sunda, dipanggil ibu, disuruh pulang. Tapi, kalau saya pulang nggak ada modal bisnis, saya persiapan dulu. Semua klien saya yang tahu desain dari saya, boleh lah sayakontak," imbuhnya.

Akhirnya ia pulang ke Indonesia, tetapi masih sering keluar negeri untuk urusan pekerjaan hingga akhirnya membuat bisnis sendiri lewat Urbane Indonesia. Waktu itu, kata Kang Emil, setelah reputasi yang baik, bahkan telah menggarap 100 proyek dengan klien dari berbagai negara, ia merasa sudah cukup berhasil di dunia arsitektur.

"Saya sudah mencapai cita-cita arsitek, meski berhasil itu relatif, tapi menurut saya enough lah. Lalu saat itu tiap pulang ke Bandung, saya heran kok nggak ada orang jalan kaki, kakek-nenek, ibu si cinta lebih milih diam di rumah. Persepsinya ruang publik itu menakutkan. Taman di Bandung ditutupin, karena kan kalau di luar negeri itu dibuka," ujarnya.

"Lama-lama minta izin ke ibu saya, terus beliau jawab 'khoirunnas anfauhum linnas', terus kamu ukur aja dengan kondisi begini mau jadi arsitek atau wali kota. Kalau saya mau mengubah, harus merebut dengan cara yang baik, waktu itu (saat maju jadi wali kota) dengan attitude nothing to lose lah, itu motivasi, bayangin saya ingin ngebagusin Bandung kaya kota-kota di luar negeri," imbuhnya.

Pada sesi akhir, Kang Emil mengatakan ingin membuat buku behind the scene atau di balik layar tentang hidupnya. Ia juga memberi tips buat anak muda agar tak berpuas diri, misalnya saat umur 23 tahun tidak stuck di kondisi yang monoton di awal-awal karir. Lalu memiliki self confidence, research market, hingga menggunakan teknik story telling yang sedang trend jika ingin sukses dalam dunia usaha.

Acara Ngobrol Sesudah Sore bekerja sama dengan Sasa ini pun sudah masuk ke season 2 setelah pada season 1 banyak warganet yang menginginkan Putri Tanjung mengadakan lagi acara ini. Ke depannya Putri Tanjung bakal berbincang lagi dengan narasumber lainnya yang tidak kalah menarik.

Masih ada tiga episode lainnya yang tak kalah seru pada acara Ngobrol Sesudah Sore bareng Putri Tanjung Vol. 2 bekerja sama dengan Sasa yang disajikan secara live setiap hari Senin. Nantinya di setiap episode, narasumber bisa memilih pihak terdampak COVID-19 yang akan dibantu. Nantikan Ngobrol Sesudah Sore bareng Putri Tanjung yang akan tayang setiap Kamis di detikcom.

(prf/ega)