Winston Utomo Cerita Awal Bisnis Media hingga Sukses Sebagai Milenial

Reyhan Diandri - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 10:18 WIB
Ngobrol Sesudah Sore
Foto: shutterstock
Jakarta - Menjadi generasi milenial di masa new normal merupakan tantangan yang besar. Stigma-stigma negatif pun kerap melekat kepada generasi milenial. Oleh karena itu perlu adanya suara milenial yang lantang menegaskan bahwa semua hal tersebut tidaklah benar dan bahwa generasi milenial juga bisa sukses dalam banyak hal.

Menilik hal itu, Entrepreneur Muda Putri Tanjung mengajak Entrepreneur Muda Winston Utomo menceritakan pengalamannya sebagai pebisnis milenial sekaligus mengajak generasi muda berpikir dalam acara Ngobrol Sesudah Sore Vol. 2 bersama Sasa dengan topik 'Menyuarakan Suara Millenials Sebagai #GenerasiMikir'.

Dengan mengusung tema acara #GenerasiMikir, Sasa ingin generasi muda Indonesia mempunyai cara berpikir kreatif, kritis, dan tidak mudah termakan pengaruh berita-berita negatif. Sasa juga mengajak generasi muda Indonesia untuk sama-sama memajukan bangsa lewat acara yang inspiratif ini.

Selain itu, Sasa akan mendonasikan total Rp 150 juta untuk membantu program penanganan COVID-19 kepada pihak yang dipilih narasumber di setiap episode. Di episode keempat dari Ngobrol Sesudah Sore bersama Sasa kali ini, Winston mengungkapkan kepada Putri Tanjung dan netizen, mulai dari awal mula dirinya yang bekerja di perusahaan Google hingga menggeluti bisnis media sehingga dapat menginspirasi generasi muda lainnya.

Pada awal perbincangan, Winston mengungkapkan bahwa perusahaan Google bukan menjadi pilihan pertama dirinya, karena sebenarnya dirinya ingin bekerja di consulting company. Namun, orang tuanya memberikan nasihat yang mengubah perspektifnya dalam mencapai tujuan kedepan.

"Papaku bilang, apa yang ingin kamu lakukan untuk lima tahun sekarang? Terus aku bilang apa yang memberikan aku kepuasan adalah starting and building things. Lalu orang tuaku bilang yaudah pilihlah keputusanmu yang mendekatkan goal kamu lima tahun dari sekarang, bukan menjauhkan lima tahun dari sekarang," ujarnya dikutip dari Live Instagram Putri Tanjung, Senin (6/7/2020).

Setelah mendengar nasihat itu, Winston kemudian bekerja di Google dengan bidang Advertising. Hal tersebut karena dirinya tahu bahwa dengan bekerja di bidang tersebut dapat mendekatkan dirinya kepada tujuan utamanya yaitu membangun media. Winston pun mengungkapkan alasannya ingin menggeluti bisnis media.

"Dulu pemikiranku adalah aku melihat media itu salah satu medium yang bisa memberikan banyak impact kepada orang lain. Karena reach media itu besar, puluhan juta orang per bulan membaca konten kita, dan aku percaya apa yang orang baca itu akan membentuk mindset dan pikiran mereka," jelas Winston.


"Bagaimana kita bisa memberikan impact kepada society secara positif melalui media, kemudian kita berpikir bagaimana memberikan informasi kepada banyak daerah di Indonesia sehingga bisa membuat Indonesia maju melalui informasi yang dibagikan," imbuhnya.

Setelah itu, Winston menceritakan kisah unik awal mula berdirinya IDN Media. Mulai dari ide yang dia dapatkan dari berpikir, hingga modal nekat dari dirinya untuk serius menekuni bisnis tersebut.

"Awalnya aku pulang kantor jam 7 malam, nah aku jalan kaki kantorku sama apartemen kayak 3 menit. Kemudian pas aku pulang kepikiran untuk buat sebuah media. Karena nggak bisa coding jadi aku pakai website builder, lalu beli domain dan domain yang aku beli waktu itu bernama Indonesian Times," ungkapnya.

"Saat itupun aku langsung menulis 10 artikel, setelah itu aku share ke berbagai tempat. Jam 7 pagi aku website-nya sudah live, kemudian aku lihat di analytic jam 5 sore atau 6 sore banyak yang masuk ke situs tersebut. Dari situlah menjadi titik di mana aku mulai serius di dalam dunia media. Istilahnya sih Bonek ya Bondo Nekat," jelasnya.

Ngobrol Sesudah SoreNgobrol Sesudah Sore Foto: IG Putri Tanjung

Saat ini perusahaan yang didirikannya bersama adiknya William Utomo pada usia 24 tahun itupun sudah berdiri selama enam tahun. Winston mengungkapkan bahwa membangun bisnis media dari awal tidaklah mudah karena tentunya setiap bisnis memiliki permasalahan tersendiri.

"Mungkin setiap steps of the company punya perjalanan, kita pasti menemukan masalah. Kalau masalah paling utama adalah product market fit, kita mencoba membuat produk tapi market nggak mau. Habis itu masalah lain yang kita temuin pada beberapa tahun pertama adalah cash, karena keterbatasan uang kita bingung harus bagaimana," ungkapnya.

Winston pun menceritakan bahwa bisnisnya tersebut hampir saja memutuskan untuk tutup pada pertengahan tahun 2016, karena pemasukan selama enam bulan tidak ada sama sekali. Namun dirinya tidak menyerah begitu saja dan mencoba sekali lagi untuk tetap mempertahankan bisnisnya tersebut.

"Waktu itu aku berpikir bagaimana tim yang sudah percaya dengan kita, bagaimana pembaca yang sudah percaya dengan kita? Let's do this one more shot lah, akhirnya kita coba paksa pinjem lagi duit selama tiga bulan kedepan" ungkapnya.

"Akhirnya kita very fortunate ketemu seseorang pertama kali belum pernah invest ke Indonesia memberikan pendaan ke kita. Jadi dari enam tahun berdiri, mungkin enam bulan itu the hardest time yang kita alami," ujar Winston.

Di sesi terakhir, Winston mengajak milenial menghadapi masa new normal serta perkembangan zaman saat ini. Sehingga kedepannya generasi muda Indonesia dapat berpikir dan membuat Indonesia maju dan menghilangkan stigma atau cap negatif yang dimiliki generasi ini.

"Kita sebagai anak muda, sebagai milenial hal pertama yang harus dikurangin adalah complaining dan whining. Kita harus bisa menjadi generasi yang harus bisa mikir apa yang terbaik bukan hanya untuk diri kamu, melainkan juga untuk society. Kita harus bisa menjadi generasi yang memiliki inisiatif. Apa yang bisa aku berikan ke kamu, bagaimana I can make your life easier. Harus jadi generasi yang terus memberi, memberi, memberi," ungkapnya.

Winston pun berharap bahwa dengan generasi milenial yang saling support, maka 20 tahun kedepan akan menjadi waktu emas untuk Indonesia bisa bangkit dengan para milenial sebagai pemimpin di setiap industri yang ada.

"20 tahun kedepan menjadi waktu yang penting untuk generasi kita (milenial) dan untuk negara kita juga. Pada tahun 2045 kita-kita ini, kira-kira umur 40 sampai 45 yang akan menjadi leaders in our respective industry," ujarnya.

"Jika kita mau menjadi negara maju dan high income country kita harus saling support dan saling berkolaborasi antar satu milenial dengan yang lain. Jangan malah saling berkompetisi saling jatuh-jatuhin nggak boleh itu, karena semua ini sama tujuannya untuk Indonesia yang baik sebelum 2045," pungkasnya.

Acara Ngobrol Sesudah Sore bekerja sama dengan Sasa ini pun sudah masuk ke season 2 setelah pada season 1 banyak warganet yang menginginkan Putri Tanjung mengadakan lagi acara ini. Ke depannya Putri Tanjung bakal berbincang lagi dengan narasumber lainnya yang tidak kalah menarik.

Masih ada dua episode lainnya yang tak kalah seru pada acara Ngobrol Sesudah Sore bareng Putri Tanjung Vol. 2 bekerja sama dengan Sasa yang disajikan secara live setiap hari Senin. Nantinya di setiap episode, narasumber bisa memilih pihak terdampak COVID-19 yang akan dibantu. Nantikan Ngobrol Sesudah Sore bareng Putri Tanjung yang akan tayang setiap Kamis di detikcom.

(mul/mpr)