Round-Up

Hilang Jabatan Jenderal Pemberi Surat Jalan Joker

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 08:37 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Prasetijo Utomo
Foto: Brigjen Prasetyo Utomo yang terkait dengan katebelece buronan Djoko Tjandra (Raja Adil Siregar/detikcom).

Kembali pada kasus surat jalan Djoko Tjandra, pada Rabu sore, Polri mengumumkan Prasetijo telah dicopot dari jabatannya. Prasetijo dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) untuk kepentingan pemeriksaan internal terkait perbuatannya. Keputusan pencopotan Prasetijo tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1980/VII/KEP./2020 dan diteken As SDM Kapolri, Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.

"Ya benar. Komitmen Kapolri, jika melanggar aturan segera dicopot," ujar Argo Yuwono saat detikcom mengkonfirmasi kabar pencopotan itu.

"Jadi setelah dinyatakan oleh propam untuk ke penyidikan, yang bersangkutan ada kesalahan sesuai dengan Peraturan Kapolri tahun 14/2011 tentang Kode Etik Profesi Polri dan kemudian juga ada PP 2/2003 tentang Disiplin Anggota Polri," tutur Argo dalam kesempatan berbeda, yakni konferensi pers.

Argo menuturkan terhitung sejak Prasetijo dicopot, mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan itu akan ditempatkan di tempat khusus selama 14 hari.

"Mulai hari ini juga BJP PU ditempatkan di tempat khusus selama 14 hari. Jadi ada tempat provos untuk penempatan khusus untu anggota dan sudah disiapkan mulai malam ini BJP PU ditempatkan di tempat khusus di provos Mabes Polri selama 14 hari," jelas Argo.

Pengusutan asal muasal terbitnya surat jalan Djoko Tjandra tak hanya berhenti pada Prasetijo, Argo menambahkan, jika ada keterlibatan oknum lain, maka Polri akan mengambil sikap tegas yang sama.

"Kalau memang ada (keterlibatan anggota Polri lainnya-red) ya nanti kita akan proses sesuai komitmen Bapak Kapolri, kalau ada kita proses, kita periksa sama perlakuannya," sebut Argo.

Surat telegram pencopotan Brigjen Prasetijo Utomo, pembuat surat jalan untuk buronan Djoko TjandraSurat telegram pencopotan Brigjen Prasetijo Utomo, pembuat surat jalan untuk buronan Djoko Tjandra Foto: Dok. Istimewa

"Kalau memang ada ya nanti kita akan proses sesuai komitmen Bapak Kapolri, kalau ada kita proses, kita periksa sama perlakuannya," ujar dia.

Argo kemudian mengaku Biro Provos Divisi Propam Polri masih mendalami motif Prasetijo membantu Djoko Tjandra. Disebutkan Argo, jabatan Prasetijo di Bareskrim tak ada kaitannya dengan kasus yang menjerat Djoko Tjandra.

"Tentunya masih kita dalami kembali ya. Ini kan tidak ada kaitannya dengan jabatannya. Kenapa yang bersangkutan bisa membantu, kita masih pendalaman dari provos sampai sekarang belum selesai," tambah Argo.

Halaman

(aud/aik)