Round-Up

Gempar Kabar Djoko Tjandra yang Tak Ada Habisnya

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 06:02 WIB
Djoko Tjandra
Foto: dok istimewa
Jakarta -

Asal muasal 'surat jalan' untuk buronan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, terungkap. 'Surat jalan'

berkop Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan (Rokorwas) PPNS itu tengah diselidiki tim internal Bareskrim.

Tentang 'surat jalan' Djoko Tjandra itu awalnya diungkap Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI). MAKI sudah menyerahkan 'surat jalan' itu ke Ombudsman RI dan Komisi III DPR untuk ditindaklanjuti. Namun MAKI tidak menyebutkan instansi mana yang mengeluarkan 'surat jalan' itu.

Belakangan Indonesia Police Watch (IPW) membeberkan lebih detail soal 'surat jalan' untuk Djoko Tjandra itu.

"Dari data yang diperoleh IPW, Surat Jalan untuk Joko Chandra dikeluarkan Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS, dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020, yang ditandatangani Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo. Dalam surat jalan tersebut Joko Chandra disebutkan berangkat ke Pontianak Kalimantan Barat pada 19 Juni dan kembali pada 22 Juni 2020," kata Neta S Pane selaku Ketua Presidium IPW dalam keterangan persnya, Rabu (15/7/2020).

Neta pun mempertanyakan urgensi Brigjen Prasetijo Utomo mengeluarkan 'surat jalan' itu. Dia mendesak agar Brigjen Prasetijo Utomo diperiksa Propam Polri.

"Yang menjadi pertanyaan IPW apakah mungkin sekelas jenderal bintang satu (Brigjen) dengan jabatan Kepala Biro Karokorwas PPNS Bareskrim Polri berani mengeluarkan Surat Jalan untuk seorang buronan kakap sekelas Joko Chandra? Apalagi biro tempatnya bertugas tidak punya urgensi untuk mengeluarkan Surat Jalan untuk seorang pengusaha dengan label yang disebut Bareskrim Polri sebagai konsultan. Lalu siapa yang memerintahkan Brigjen Prasetyo Utomo untuk memberikan Surat Jalan itu. Apakah ada sebuah persekongkolan jahat untuk melindungi Joko Chandra," kata Neta.

Informasi terbaru seputar 'surat jalan' Djoko Tjandra yang kian santer itu sampai ke telinga Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Listyo turun tangan dan bergerak cepat membentuk tim untuk menelusuri hal itu. Dia lalu memerintahkan Divisi Propam Mabes Polri mengusut tuntas informasi 'surat jalan' Djoko Tjandra.

"Saya sudah meminta agar info terkait surat jalan tersebut agar didalami Divisi Propam Polri dan usut tuntas siapa pun yang terlibat," kata Listyo.

"Semenjak ada isu itu kan kita sudah bentuk tim untuk telusuri," sambung Listyo.

Tonton video 'Jenderal Pembuat Surat Jalan Djoko Tjandra 'Diisolasi' di Provos 14 Hari':

Selanjutnya
Halaman
1 2