Sosok Brigjen Prasetyo Utomo yang Tersandung Gegara Buronan Djoko Tjandra

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 20:39 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Prasetijo Utomo
Brigjen Prasetyo Utomo yang terkait dengan katebelece buronan Djoko Tjandra Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Jakarta -

Nama Brigadir Jenderal (Pol) Prasetyo Utomo tiba-tiba menyeruak dalam pusaran kasus Djoko Tjandra, buronan kasus hak tagih atau cessie Bank Bali yang merugikan negara hingga Rp 940 miliar. Pasalnya, Djoko Tjandra yang pernah ditetapkan jadi buron sejak 2009 bisa mendapat surat jalan untuk mengunjungi kampung halamannya di Pontianak, Kalimantan Barat.

Dia juga bisa melenggang santai masuk ke Indonesia, mendatangi rumahnya di Jakarta, lalu mengurus KTP elektronik di Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Mengagetkan karena surat jalan untuk Djoko Tjandra diberikan oleh Brigjen (Pol) Prasetyo Utomo, Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Brigjen (Pol) Prasetyo Utomo diketahui meneken surat jalan tertanggal 18 Juni 2020. Dalam surat itu Djoko Tjandra menyandang nama Joko Soegiarto Tjandra dengan jabatan sebagai konsultan.

Brigjen Prasetyo utomo merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1991. Pria yang lahir di Jakarta pada 16 Januari 1970 ini mengawali karier dengan berdinas sebagai polisi reserse. Dia pernah menjabat sebagai Kapolres Mojokerto, Polda Jawa Timur, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Nusa Tenggara Barat lalu kemudian dimutasi sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan.

Setelah itu, Prasetyo Utomo pindah ke Mabes Polri sebagai Kabagkominter Set NCB Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional Polri. Pertengahan tahun 2019 lalu, dia mendapat promosi sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Pangkatnya juga naik satu tingkat menjadi jenderal bintang satu.

Belum satu tahun berada di posisi itu, Brigjen (Pol) Prasetyo Utomo tersandung katebelece yang diberikannya pada buronan Djoko Tjandra. Kapolri Jenderal Idham Azis mencopotnya dari jabatan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri. Keputusan pencopotan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1980/VII/KEP./2020 dan diteken As SDM Kapolri, Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.

Dia kemudian di-nonjob-kan di Pelayanan Markas (Yanma) Polri. Dalam surat telegram, tertulis mutasi Prasetyo Utomo dalam rangka pemeriksaan internal. Polri menyebut Brigjen Prasetyo Utomo telah bertindak melampaui kewenangannya dan melanggar kode etik. Dia pun ditahan di tempat khusus di Propam Mabes Polri.

Tonton video 'Jenderal Pembuat Surat Jalan Djoko Tjandra 'Diisolasi' di Provos 14 Hari':

(pal/erd)