Round-Up

Gembar-gembor Kritik di Balik Wacana Bangkitnya Tim Pemburu Koruptor

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 22:09 WIB
Poster
Foto Ilustrasi Korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Rencana menghidupkan lagi Tim Pemburu Koruptor masih ditimbang masak-masak oleh pemerintah. Sejumlah kalangan ramai angkat suara soal wacana itu.

Awalnya, wacana menghidupkan lagi Tim Pemburu Koruptor disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud Md melalui rekaman video yang diunggah di Instagram-nya, @mohmahfudmd, seperti dilihat detikcom pada Selasa, 14 Juli 2020.

Mahfud menuturkan pihaknya sudah mengantongi instruksi presiden (inpres) untuk membentuk tim tersebut. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengatakan tim pemburu koruptor akan melibatkan instansi penegak hukum dan beberapa kementerian. Meski tidak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam tim tersebut, Mahfud akan berkoordinasi dengan KPK.

Menanggapi wacana itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolaknya. KPK beralasan tim dahulu yang dibentuk pada 17 Desember 2004 dan dibubarkan pada 2012 itu tidak membuahkan hasil.

Tidak hanya KPK, kritik tajam dan masukan disampaikan oleh kalangan anggota Dewan. Mereka ada yang mendukung dan ada pula yang menolak ide itu.

Atas kritik itu, Mahfud berjanji akan dijadikan pertimbangan saat menghidupkan lagi Tim Pemburu Koruptor.

"Ya, saya juga sedang mempelajari dan menimbang sungguh-sungguh untuk menghidupkan lagi Tim Pemburu Koruptor itu. Akan diperpanjang atau tidak, tergantung hasil analisis atas efektivitasnya," kata Mahfud melalui pesan singkat kepada detikcom, Selasa (14/7).

Berikut ini gembar-gembor kritik di balik wacana bangkitnya Tim Pemburu Koruptor:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6