Menjajal CLM, Tes Pribadi Pengganti SIKM DKI Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 19:55 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Gedung Balai Kota DKI Jakarta. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengganti Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) Jakarta dengan Corona Likelihood Metric (CLM). Bagaimana prosesnya?

"Itu pengisian nya tetap melalui website aplikasi CLM, masuk ke Jaki dan aplikasi CLM mengisi data di sana. Di sana ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh warga, intinya itu semua semacam self-assessment. Kemudian mesin akan memberi scoring terhadap jawab yang bersangkutan yang mengindikasikan apakah yang aman dalam melakukan perjalanan," ujar Syafrin saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

detikcom lalu menjajal tes kesehatan di CLM melalui situs rapidtest-corona.jakarta.go.id. Di halaman depan website tersebut, warga yang hendak melakukan tes kesehatan akan diarahkan untuk mengikuti sejumlah tahapan.

Uji tes pribadi di CLM.Uji tes pribadi di CLM. (screenshot foto)

Pada situs itu, dijelaskan CLM merupakan kalkulator berbasis machine learning pertama di Indonesia untuk mengukur kemungkinan terinfeksi COVID-19. Warga yang hendak melakukan tes juga diminta jujur saat mengisi beberapa pertanyaan.

Jika hasil tes disarankan untuk menjalankan tes PCR, data yang telah dimasukkan akan menjadi bukti kalau pengisi data perlu tes Corona di fasilitas kesehatan.

Disebutkan juga dalam situs itu, warga yang hendak melakukan tes kesehatan hanya perlu melakukan satu kali dalam periode satu minggu dengan nomor NIK yang dimiliki. Setelah periode seminggu, bisa mengikuti tes lagi dengan nomor NIK yang sama.

Proses pertama, Anda diminta persetujuan kalau proses data yang dimasukkan pada tes kesehatan ini ditujukan untuk kebutuhan observasi dan riset. Kemudian Anda memasukkan nama lengkap. Barulah tes CLM dimulai.

Uji tes pribadi di CLM.Uji tes pribadi di CLM. (Screenshot foto)

Apakah Anda Mengalami

1. Nyeri atau tekanan dada yang parah dan terus menerus
2. Kesulitan bernapas
3. Sakit kepala yang parah dan terus menerus.
4. Disorientasi serius atau tidak responsif

(Jawaban, Ya atau Tidak)

Apakah Anda berdomisili dan/atau beraktivitas di DKI Jakarta?

- Ya
- Bukan

*Pengertian domisili DKI Jakarta adalah tempat senyatanya tinggal baik ber-KTP Jakarta maupun tidak ber-KTP Jakarta.

Setelah dua tahapan di atas diisi. Kemudian Anda diminta melengkapi data pribadi secara lengkap.

Tonton video 'Keluar Masuk Jakarta Masih Butuh SIKM':

Selanjutnya
Halaman
1 2