SIKM di Jakarta Diganti CLM, Bagaimana kalau Ada yang Bohong?

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 17:31 WIB
Kadishub DKI Syafrin Liputo (Matius Alfons/detikcom)
Foto: Kadishub DKI Syafrin Liputo (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengganti Surat izin keluar-masuk (SIKM) Jakarta dengan Corona Likelihood Metric (CLM). Masyarakat yang hendak keluar-masuk Jakarta kini wajib mengisi data di aplikasi Jaki atau laman jaki.jakarta.go.id.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan saat ini untuk mendapat rekomendasi perjalanan dari CLM, cukup mengisi data pribadi dan menjawab sejumlah pertanyaan apakah memiliki gejala Corona atau tidak. Dalam mengisi CLM tersebut, pemohon juga tidak perlu melampirkan hasil rapid atau swab test.

"Itu pengisian nya tetap melalui website aplikasi CLM, masuk ke Jaki dan aplikasi CLM mengisi data di sana. Di sana ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh warga, intinya itu semua semacam self-assessment. Kemudian mesin akan memberi skoring terhadap jawab yang bersangkutan yang mengindikasikan apakah yang aman dalam melakukan perjalanan," ujar Syafrin saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Lalu, bagaimana jika pemohon berbohong dengan jawaban dari pernyataan yang diberikan? Syafrin pun meminta kesadaran pribadi masyarakat untuk bersikap jujur menjawab pertanyaan sistem itu. Menurutnya ini untuk mencegah penyebaran virus Corona semakin masif.

"Nah, memang kembali lagi kami mengimbau sama-sama kepada seluruh warga, kembali ke kesadaran kita bersama bahwa wabah COVID-19 ini sangat berbahaya sehingga kami menyarankan untuk mengisi dengan kondisi diri dengan sebenar-benarnya," katanya.

"Kenapa? karena dengan CLM ini nanti sistem akan memberi skor, kemudian kita mendapat indikasi awal apakah kita bebas Covid atau terindikasi gejala yang sama dengan Covid dan akan diberikan rekomendasi oleh sistem untuk melakukan tes, jadi ini menjadi lebih cepat sehingga kita sama-sama mampu mengatasi penyebaran wabah ini dengan baik. Jadi intinya kembali lagi pada kesadaran warga," imbuhnya.

Diketahui warga yang ingin keluar-masuk wilayah DKI Jakarta kini tak perlu lagi memiliki surat izin keluar-masuk (SIKM). Pemprov DKI Jakarta resmi meniadakan persyaratan SIKM itu.

"Iya, sejak tanggal 14 Juli kemarin SIKM ditiadakan," Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/7).

Namun, sebagai gantinya, Pemprov DKI memanfaatkan teknologi Corona Likelihood Metric (CLM). Warga yang ingin keluar-masuk wilayah DKI Jakarta harus mengisi data dalam CLM.

"Tapi warga diimbau mengisi aplikasi Corona Likelihood Metric (CLM)," ujarnya

Tonton video 'Keluar Masuk Jakarta Masih Butuh SIKM':

(maa/maa)