Komunikasi Tersumbat Dianggap Munculkan Adu Klaim Jelang Musda Golkar Sumut

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 19:00 WIB
Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia membuka Musda X Golkar Sumut (Ahmad Arfah/detikcom)
Foto: Musda X Golkar Sumut (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Adu klaim dukungan antara kubu Musa Rajekhshah (Ijeck) dan Yasyir Ridho Lubis muncul jelang Musda Golkar Sumut ulang. Saling klaim ini dinilai mencuat karena adanya komunikasi yang tersumbat antara kedua kubu.

Kubu Ijeck awalnya menunjukkan surat diskresi dari DPP Golkar untuk Wagub Sumut ini bisa menjadi calon Ketua Golkar Sumut. Beberapa hari berselang, giliran kubu Ridho yang pamer dukungan dari 27 pengurus Golkar di Kabupaten/Kota.

Akademisi Departemen Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU), Fernanda Putra Adela, menilai ada masalah komunikasi antara kubu Ijeck dan kubu Ridho. Dia menilai tersumbatnya komunikasi inilah yang memunculkan saling klaim dukungan antara kubu Ijeck dan Ridho.

"Sebenarnyakan Golkar ini yang begitu-begitu sudah selesai dan Golkar ini punya kader melimpah dan jeli melihat situasi politik. Ini kan soal komunikasi yang tersumbat saja jika ada klaim-klaim di dua kandidat," kata Fernanda, Rabu (15/7/2020).

Fernanda menilai kubu Ijeck dan Ridho harus membuat tawar menawar jelang Musda agar tidak ada gugatan yang muncul lagi usai Musda Golkar Sumut diulang. Dia menilai harus ada kesepakatan soal posisi struktural di Golkar Sumut agar hasil Musda ulang ini tak lagi dipermasalahkan.

"Kalau saya sih lebih melihat bagaimana Yasyir Ridho dan Musa Rajekhshah ini mengkomunikasikan dengan intenslah. Saya pikir dengan bargaining (posisi) sajalah. Kalau soal kader ini kan Golkar paling pahamlah," kata Fernanda.

Fernanda juga menilai komunikasi antara kubu Ijeck dan Ridho juga harus melibatkan Plt Ketua Golkar Sumut saat ini, Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Dia mengatakan Doli tetap punya pengaruh dalam proses Musda.

"Ini soal komunikasi yang tersumbat yang kemudian kita lancarkan. Jadi tidak ada lagi masalah terhadap pemilihan ketua Golkar di Sumatera Utara. Artinya bukan hanya sama Yasyir Ridho ya, termasuk kepada Plt saat ini. Doli itu cukup punya pengaruh ke Sumut termasuk ke DPP," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2