Tentang Warung Tepi Danau yang Terendus K-9 di Olah TKP Kasus Editor Metro TV

Lukman Arunanta - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 15:06 WIB
Tentang Warung Tepi Danau yang Terendus K-9 di Olah TKP Kasus Editor Metro TV
Warung yang diendus anjing K-9 saat olah TKP. (Lukman Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Pelacakan anjing K-9 saat olah tempat kejadian perkara (TKP) penyelidikan kematian editor Metro TV Yodi Prabowo selalu mengarah ke sebuah warung di tepi Danau Cavalio. Warung tersebut diduga menjadi asal-usul pisau ditemukan di lokasi penemuan jenazah Yodi Prabowo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap kemungkinan warung itu menjadi asal usul pisau. Artinya, pelacakan anjing K-9 baru sebatas petunjuk saja.

"Masih ada kemungkinan, tapi tidak bisa dibilang pasti 100% juga dari pelacakan anjing itu. Itu kan baru petunjuk saja," kata Yusri ketika dihubungi detikcom, Selasa (14/7) malam.

Meski begitu, Yusri mengatakan, hal ini tidak bisa dianggap sebagai kesimpulan. Dia mengatakan pihaknya masih terus berupaya melakukan pendalaman terhadap tiap temuan barang bukti dan saksi-saksi yang telah diperiksa.

"Anjing pelacak kan dilatih, kita coba, ini kan bisa jadi petunjuk buat kita. Tapi kita nggak bisa bilang itu pasti. Nggak ada kata pasti ya. Itu baru petunjuk. Nanti kita periksa juga, kita dalami juga," terang Yusri.

Hasil penyelidikan polisi, Yodi Prabowo diketahui sering singgah di warung itu. Yodi Prabowo disebut-sebut mengenal pemilik warung tersebut.

detikcom turut mengikuti proses olah TKP pada Sabtu (11/7) lalu. Polisi saat itu mengerahkan dua ekor anjing pelacak untuk melacak jejak pelaku.

Sebilah pisau yang ditemukan di TKP didekatkan dengan penciuman anjing pelacak. Setelah dipancing dengan pisau, anjing K-9 langsung bergerak ke Jalan Ulujami Raya yang ada di seberang TKP.

Dari situ, anjing pelacak sempat bergerak ke rumah-rumah warga di sekitar jalan raya sebelum akhirnya masuk ke gang. Anjing K-9 kemudian menuntun masuk penyidik ke jalan gang RT 007 RW 008 RW 01 Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Anjing tersebut terus bergerak di jalan beraspal menurun dengan lebar tidak lebih dari 2 meter. Setelah bergerak sejauh 200-300 meter, anjing K-9 melewati jalan menurun yang sulit dilewati motor dan sampai di tepi Danau Cavalio.

Anjing K-9 terus bergerak di jalan setapak yang diberi coneblock. Setelah sekitar 100 meter, anjing tersebut berhenti di depan sebuah warung bercat warna kuning. Di situ, anjing K-9 hanya bergerak berputar-putar.

Polisi mengulang kembali dari awal pelacakan dengan bukti pisau. Untuk kedua kalinya, anjing K-9 berhenti di depan warung itu.

Warung kecil itu terletak di depan Masjid Al Ikhlas yang sedang dalam proses pembangunan. Warung menghadap ke Danau Cavalio Jalan Ulujami Raya RT 013 RW 01 Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Warung itu tidak terlalu besar. Bangunannya terbuat dari kayu dan beratap seng.

Makanan yang dijajakan juga sederhana sebatas kopi dan makanan ringan. Ada bangku dan meja kayu di dalam warung serta dipan di dekat pohon yang bisa digunakan untuk nongkrong atau sekadar singgah.

Pada saat itu, warung dalam kondisi tidak terlalu ramai. Terlihat hanya ada warga sekitar dan penjaga di warung itu.

Seperti diketahui, mayat editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan di pinggir Jalan Tol JORR, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7) lalu. Saat ditemukan, ada luka tusuk pada dada korban.

Sebelumnya, polisi melakukan olah TKP dengan mengerahkan 2 anjing pelacak pada Sabtu (11/7). Setelah dua kali pelacakan, anjing K-9 selalu berhenti di sebuah warung yang berjarak 500 meter dari lokasi penemuan mayat Yodi Prabowo.

Tonton video 'Kematian Yodi Prabowo Masih Tanda Tanya, Apa Kendala Penyidik?':

(mea/mea)