Pemeriksaan Surat Bebas Corona di Perbatasan Gowa-Makassar Hanya di Jam Sibuk

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 18:17 WIB
Pemeriksaan surat bebas COVID-19 dan protokol kesehatan di perbatasan Gowa-Makassar (Hermawan-detikcom).
Pemeriksaan surat bebas COVID-19 dan protokol kesehatan di perbatasan Gowa-Makassar. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Pemerintah Kota Makassar melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mewajibkan setiap pendatang yang akan masuk Kota Makassar membawa surat keterangan bebas COVID-19.

Namun, pemeriksaan surat bebas COVID-19 itu hanya dilakukan di jam sibuk saja. Seperti pantauan detikcom di wilayah perbatasan Kabupaten Gowa-Kota Makassar di Jalan Tun Abdul Razak, Selasa (14/7/2020). Pemeriksaan terhadap para pengendara hanya dilakukan pada pukul 08.00-09.30 Wita dan pukul 16.00-17.30 Wita.

"24 jamnya standby, cuma pada waktu pelaksanaannya ada waktunya, jam-jam padatnya kita lakukan pemeriksaan," ujar seorang Perwira Pengendali Ipda Aras kepada detikcom di lokasi. Ipda Aras bersama tim terpadu lainnya berjaga di pos penjagaan di wilayah tersebut.

Pemeriksaan surat bebas COVID-19 dan protokol kesehatan di perbatasan Gowa-Makassar (Hermawan-detikcom).Pemeriksaan surat bebas COVID-19 dan protokol kesehatan di perbatasan Gowa-Makassar. (Hermawan/detikcom)

Di luar jam sibuk, pengendara roda dua hingga roda empat dapat dengan bebas keluar-masuk Kota Makassar. Tidak ada pemeriksaan surat bebas COVID-19 seperti yang tertuang dalam Perwali Nomor 36 Tahun 2020 tersebut, di mana Pasal 6 ayat 1 menyebutkan, setiap orang yang masuk ke dalam dan ke luar Kota Makassar wajib melengkapi diri dengan surat keterangan rekomendasi COVID-19 dari Gugus Tugas dan/atau Rumah Sakit/Puskesmas daerah asal dan berlaku selama 14 hari setelah diterbitkan.

Sejumlah petugas di lokasi pun tidak menampik pemeriksaan ini hanya pada jam sibuk. Mereka mengakui hanya siaga 24 jam di lokasi, tapi pemeriksaan hanya terjadi pada jam sibuk alias efektif sekitar 3 jam.

"Sebetulnya penjagaan ini 1x24 jam. Cuma terkadang memang petugas kalau sudah merasa kelelahan, kecapekan, mungkin dia istirahat dulu, makanya ada istirahat, jeda, tapi penjagaannya 1x24 jam," ujar Komandan Peleton (Danton) Satpol PP Rappocini, Makassar, Ardy terpisah. Ardy juga menyebut pemeriksaan tidak berjalan selama 24 jam karena personel melakukan istirahat.

Meski pemeriksaan tidak dilakukan selama 24 jam, Ardy menyebut pemeriksaan tetap berjalan maksimal dengan tetap memeriksa pengendara.

"Kita memeriksa yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker, atau misalnya dia terlalu padat atau terlalu banyak penumpangnya di atas mobil," ucap Ardy.

"Kita juga memeriksa surat kesehatan dari daerahnya, kita tanyakan dia mau ke mana, tujuannya ini kan pembatasan wilayah supaya menekan yang terjangkit virus Corona," lanjutnya.

Lebih lanjut Ardy mengatakan pengendara yang tidak memiliki surat keterangan bebas COVID-19 bakal langsung diperintahkan berputar balik.

"Kecuali yang ASN, TNI, Polri, yang bekerja di Makassar, sama mahasiswa yang kuliahnya di Makassar, kita akan berikan akses bila ada surat kerja," ucap Ardy.

Dia juga mengatakan pengendara yang memiliki suhu badan di atas 37 derajat Celsius akan langsung diarahkan menjalani rapid test di sebuah posko. Jika reaktif, pengendara tersebut bakal segera dijemput tim Gugus Tugas COVID-19.

"Yang suhu tubuhnya di atas normal akan di-rapid, kalau misalnya dia reaktif, dia akan dijemput tim Gugus Tugas, selanjutnya tim Gugus Tugas yang akan melakukan tindakan," pungkas Ardy.

Pantauan detikcom saat memasuki jam sibuk, yakni di pukul 17.50 Wita, sejumlah pengendara tampak diarahkan ke sebuah posko lantaran tak memakai masker. Para pengendara tersebut didata petugas.

(nvl/nvl)