Diwarnai Dissenting Opinion, Eks Dirut PLN Divonis 6 Tahun Bui

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 11:53 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi palu hakim (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Nur Pamudji divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Nur Pamudji diputus hakim bersalah melakukan korupsi terkait pengadaan BBM jenis High Speed Diesel (HSD) PT PLN pada 2010.

Surat putusan Nur Pamudji dibacakan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/7). Hakim yang mengadili perkara ini adalah Muhamad Sirad sebagai hakim ketua serta Suparman Nyompa dan Titi Sansiwi sebagai hakim anggota.

"Nur Pamudji terbukti bersalah, dihukum pidana penjara 6 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Dan barang bukti uang Rp 173 miliar dirampas untuk negara," ujar jaksa Yanuar Utomo saat dimintai konfirmasi, Selasa (14/7/2020).

Nur Pamudji terbukti bersalah melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Mantan Dirut PLN Nur Pamudji menjalani sidang lanjutan kasus korupsi. Ia didakwa jaksa melakukan korupsi dalam pengadaan BBM jenis High Speed Diesel (HSD).Mantan Dirut PLN Nur Pamudji dalam sidang lanjutan kasus korupsi (Ari Saputra/detikcom)

Hakim Anggota Ajukan Dissenting Opinion

Jaksa Yanuar mengatakan pembacaan putusan Pamudji diwarnai dissenting opinion. Salah satu hakim anggota, Suparman Nyompa, mengajukan dissenting opinion atas putusan 6 tahun penjara ini.

Yanuar mengatakan dissenting opinion yang diajukan Suparman secara garis besar menilai negara tidak menderita kerugian karena Nur Pamudji berhasil melakukan penghematan pasokan BBM jenis High Speed Diesel (HSD). Hakim Suparman menilai Nur Pamudji pantas mendapatkan penghargaan karena penghematan itu.

"Inti dari dissenting pada hakim anggota 1 adalah bahwa seharusnya terdakwa Nur Pamudji mendapat reward karena telah berhasil melakukan penghematan dalam pengadaan BBM jenis HSD pada PLN. Kemudian upaya terdakwa dalam mengadakan metode RTM tidak menyalahi aturan hukum, dan semata bertujuan agar pemasok dalam negeri, yakni PT TPPI, mempunyai kesempatan yang sama dengan pemasok luar negeri, dalam hal ini Shell sebagai pemasok BBM jenis HSD pada PT PLN Persero," jelasnya.

"Selanjutnya, menurut hakim anggota 1, negara tidak menderita kerugian karena Nur Pamudji telah berhasil melakukan penghematan pasokan BBM jenis HSD dari PT TPPI, yang harganya relatif lebih murah dari Pertamina, yang selama ini memasok BBM jenis HSD PT PLN Persero untuk pembangkit listriknya," sambungnya.

Tonton video 'Divonis Bebas, Eks Dirut PLN Sofyan Basir Keluar dari Rutan KPK':

Selanjutnya
Halaman
1 2