Buron, Terdakwa Korupsi Rp 37 T Honggo Juga Muncul di Kasus Korupsi Rp 188 M

Andi Saputra - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 15:12 WIB
JPU membacakan dakwaan terdakwa korupsi Honggo Wendratno, di PN Jakarta Pusat, Senin (2/3). Kursi terdakwa kosong karena Honggo menghilang dan menjadi buronan Polri.
Ilustrasi Pengadilan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Dirut PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratno kabur tidak jelas rimbanya hingga hari ini. Alhasil, Honggo diadili secara in absentia dalam kasus kondensat dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 37,8 triliun. Ternyata, nama Honggo juga disebut di kasus korupsi PLN senilai Rp 188 miliar.

Berdasarkan catatan detikcom, Senin (18/5/2020), duduk sebagai terdakwa dalam kasus Rp 188 miliar itu adalah mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Nur Pamudji. Perbuatan Nur disebut berkaitan dengan pengadaan BBM jenis High Speed Diesel (HSD).

"Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, yaitu Honggo Wendratno, atau suatu korporasi Tuban Konsorsium yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 188 miliar," ujar JPU dalam sidang yang digelar pada 23 September 2019.

Jaksa menyebut perbuatan Nur dilakukan bersama-sama dengan Honggo sekaligus Ketua Tuban Konsorsium. Kasus berawal dari pengadaan yang dilakukan PLN untuk BBM jenis HSD demi memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Muara Tawar, Tambak Lorok, Gresik dan Grati, Belawan serta Tanjung Priok dan Muara Karang.

"Honggo Wendratno mengetahui rencana PLN tersebut, lalu meminta kepada Soepomo sebagai Direktur Kekayaan Negara dan lain-lain, Dirjen Kekayaan Anggaran Kementerian Keuangan yang mempunyai kewenangan untuk menentukan besarnya subsidi BBM jenis HSD, dengan maksud agar PT TPPI bisa menjadi rekanan PLN untuk memasok BBM jenis HSD," ucap jaksa.

Tonton juga video Agar Korupsi Berkurang, Novel: Bersihkan Dulu Penegak Hukumnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2