Lanjutkan Revitalisasi TIM, Dirut Jakpro: Sekarang Nggak Ada Protes

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 22:34 WIB
Direktur Utama JakPro Dwi Wahyu Daryoto
Direktur Utama JakPro Dwi Wahyu Daryoto. (Arief Ikshanudin/detikcom)
Jakarta -

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengatakan pihaknya telah melanjutkan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Dwi Wahyu Daryoto, mengatakan revitalisasi itu sudah dilanjutkan beberapa bulan yang lalu.

"(Revitalisasi TIM) sudah (dilanjutkan). Sudah lama sejak sebelum Lebaran, lupa deh tanggal pastinya," ujar Dwi di ruang rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, saat ini sudah tidak ada lagi para seniman yang memprotes revitalisasi TIM. Dwi menilai apa yang dilakukan seniman bukan bentuk protes, melainkan masukan desain.

"Nggak ada protes sekarang. Itu kan bukan protes, tapi seniman ingin memberikan masukan desainnya, tempat latihannya segala macam, sudah kita akomodasi," ucapnya.

Menurutnya, para seniman itu memberikan ide adanya titik tempat latihan cabang kesenian hingga ruang terbuka hijau. Namun, pihaknya tidak mengakomodasi untuk desain di bagian gedung.

"Tapi kan kalau desainnya (gedung) nggak pas, nggak bisalah," katanya.

Sebelumnya, usulan moratorium sementara revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) agar waktu komunikasi dengan para seniman lebih leluasa mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi X. Ketika diminta tanggapan soal usulan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru meminta mengutip kesimpulan rapat.

Soal moratorium revitalisasi TIM awalnya disampaikan Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian dalam rapat di Komisi X, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). Hetifah mengusulkan agar revitalisasi TIM dimoratorium.

"Saya menegaskan saya kira memang ini dimoratorium terlebih dahulu, apakah dimoratoriumnya satu minggu atau satu bulan atau berapa ya tergantung. Selama kita bisa mencapai satu kesepahaman itu saya kira itu bisa langsung dilanjutkan dengan catatan tersebut," ungkap Hetifah.

Soal moratorium ini juga disinggung Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi. Dede meminta seniman dilibatkan dan diajak berdiskusi terkait revitalisasi TIM.

"Ada moratorium untuk jangka waktu yang tertentu, 14 hari, 20 hari, sampai diskusi ini selesai. Jadi jangan dilama-lamain moratorium itu sampai sebulan, eh maaf, sampai 6 bulan, nggak. Karena dana sudah diturunkan, harus itu tetap berjalan," ujar Dede.

"Hanya diskusi dari para seniman, sampai menemukan titik temu itu diberi batas waktu. Silakan pimpinan DPRD menetapkan waktunya mau itu dua minggu, mau itu 30 hari, tapi terjadi diskusi yang benar-benar (dengan seniman)," lanjutnya.

Ditemui seusai rapat, Anies tak bicara banyak soal usulan moratorium sementara revitalisasi TIM. Anies meminta wartawan mengutip kesimpulan rapat.

"Yang kita pegang, kalau dalam rapat itu semua bisa menyampaikan apa saja. Tapi yang dipegang adalah kesimpulan rapat. Jadi buat teman-teman semua, kalau mengutip apa yang disepakati, ya, bukan kutipan satu-dua orang, tapi kesepakatan rapat, kutip saja," ujar Anies.

(idn/idn)