Anggota DPR Dengar Ada Aborsi-Narkoba di IPDN, Begini Respons Mendagri Tito

Eva Safitri - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 19:52 WIB
Mendagri Tito Karnavian menghadiri rapat kerja (raker) bersama Komisi II DPR RI. Rapat itu membahas pergeseran anggaran Kemendagri 2019
Mendagri Tito Karnavian (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi II Fraksi PDIP DPR, Junimart Girsang, meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengawasi jalannya pendidikan para praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sebab, Junimart mendengar adanya dugaan kekerasan, aborsi, hingga narkoba.

"Saya lihat di IPDN itu secara internal di sana ada disebut ada kekerasan, ada narkoba, bahkan sampai aborsi. Ini menjadi tugas tambahan Pak Mendagri supaya tidak terulang ini perlu dan penting kunci ada di Pak Mendagri," kata Junimart dalam rapat kerja dengan Mendagri, Senin (13/7/2020).

Junimart mengatakan jangan sampai masa depan para praja ini rusak. Dia meminta Tito memberikan perhatian secara khusus.

"Jangan sampai praja-praja yang kita harapkan untuk menjadi calon pemimpin negara ini, sudah rusak dari awal Pak, ini sangat penting, Pak Mendagri," jelasnya.

Merespons hal itu, Mendagri Tito memastikan tak terjadi kekerasan yang dilakukan terhadap praja IPDN. Tito menegaskan, jika terjadi tindak kekerasan, pihaknya akan menempuh proses hukum tanpa toleransi.

"Saya sudah tegaskan sangat keras sekali di IPDN tidak boleh ada kekerasan ini. Sampai saya katakan kalau ada kekerasan saya akan pidanakan tanpa ampun siapapun juga karena nggak ada gunanya kekerasan itu," ucapnya.

"Yang jelas yang melanggar tadi kalau ada aborsi, narkoba, atau kekerasan ada yang katanya setoran misalnya, baru dapat informasi ini saya. Kita akan zero toleran kita akan tindak bila perlu pidana karena hanya itu efek jera yang bisa atasi itu," lanjut Tito.

(eva/gbr)