Gugus Tugas Ungkap Pemerintah Segera Cairkan Dana Pencegahan Corona di Ponpes

Zunita Amalia Putri - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 17:42 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo
Doni Manardo. (Dok Faiq Azmi)
Jakarta -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona (COVID-19) mengungkapkan pemerintah akan segera mencairkan bantuan dana untuk protokol kesehatan di pondok pesantren (ponpes). Ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan pesantren.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo, dalam rapat bersama dengan Komisi VIII DPR RI, gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/7/2020). Doni menyebut anggaran penanganan protokol pesantren itu akan ditanggung Kementerian Agama dan Kementerian PUPR.

"Bantuan pemerintah untuk pondok pesantren telah dilakukan rapat bersama Dirjen Anggaran, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Sestama BNPB, perwakilan Dirjen Pencegahan dan Penyakit Kemenkes, dan Dirjen Cipta Karya KemenPUPR disepakati pendanaan untuk melengkapi protokol kesehatan seperti penyiapan masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan pembangunan MCK di pesantren ditampung dalam anggaran Kemenag dan PUPR," ungkapnya.

Doni menyebut pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut Kepala BNPB ini, Sri Mulyani akan mencairkan dana itu minggu ini.

"Tadi juga sempat dijelaskan Ibu Menkeu, beliau akan mengecek, apakah dana itu sudah dicairkan. Kalau tidak salah beliau mengatakan mungkin dana itu dalam beberapa hari ini akan disalurkan kepada kementerian terkait untuk dukungan kepada pesantren," jelas Doni.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo meminta Gugus Tugas memperhatikan kegiatan pendidikan khususnya pendidikan yang berasrama. Pemerintah meminta pendidikan berbasis asrama termasuk pesantren hati-hati.

"Pesan Bapak Presiden terkait dengan kegiatan pendidikan yang berbasis asrama sehingga ini harus menjadi atensi semua. Beberapa hari yang lalu sekolah TNI di Cimahi terdapat kasus positif dengan jumlah yang sangat banyak," kata Doni dalam jumpa pers yang disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/7).

(zap/elz)