Pemerintah: Pendidikan Berbasis Asrama Harus Waspada Covid, Termasuk Pesantren

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 11:57 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan lagi soal bahaya pandemi virus Corona (COVID-19). Dia meminta agar pendidikan berbasis asrama termasuk pesantren hati-hati.

"Pesan Bapak Presiden terkait dengan kegiatan pendidikan yang berbasis asrama sehingga ini harus menjadi atensi semua. Beberapa hari yang lalu sekolah TNI di Cimahi terdapat kasus positif dengan jumlah yang sangat banyak," kata Doni dalam jumpa pers yang disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/7/2020).

Doni menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi terkait penanganan pandemi COVID-19. Dalam ratas itu menurut Doni Presiden juga mengingatkan pesantren agar hati-hati menyelenggarakan kegiatan pendidikan.

"Ini juga dingatkan kepada semua boarding school termasuk pesantren, untuk hati-hati, sekali lagi hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan berbasis asrama, karena kalau ada satu orang saja yang terpapar maka potensi terpapar yang lain pun sangat tinggi," jelas Doni yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam kesempatan itu Doni juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta seluruh jajarannya terus menekan kasus penambahan positif Corona. Sosialiasi akan terus dilakukan secara masif dan efektif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Sosialisasi ke depan akan melibatkan kearifan lokal tiap daerah agar lebih mudah diterima. Tidak hanya itu, tokoh masyarakat dan khususnya para ulama juga diminta ambil bagian karena ada di masyarakat ada isu yang dihembuskan bahwa virus Corona ini hanyalah konspirasi.

"Korban jiwa di tanah air ini sudah melampaui angka 3.500 bahkan di dunia sudah melampaui angka 550 ribu jiwa. Jadi ini nyata, ini fakta," kata Doni.

"Oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini, menyampaikan pesan-pesan bahwa COVID ini ibaratnya, mohon maaf, ibaratnya malaikat penyabut nyawa bagi mereka yang rentan," sambungnya menegaskan.

Doni merinci siapa saja kelompok yang rentan terhadap virus Corona ini. Mereka adalah lansia yang rata-rata berusia 60-70 tahun. Selain itu mereka yang memilki penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabet, jantung, ginjal, kanker, asma, TBC, dan beberapa penyakit lainnya.

(hri/fjp)