Ini Hasil Diagnosis Dokter Terkait Kematian Tersangka WN Prancis di Sel

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 13:46 WIB
Polda Metro Jaya mengumumkan kabar mengejutkan terkait WN Prancis FAC (65), tersangka kasus pencabulan ratusan anak. FAC meninggal dunia, diduga gantung diri.
Foto: Kombes Umar Shahab (koro) dan Kombes Yusri Yunus (kanan)/Agung Pambudhy
Jakarta -

Warga negara Prancis berinisial FAC (65), tersangka kasus pencabulan 305 anak di bawah meninggal dunia dalam upaya bunuh diri di sel tahanan Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian pun menjelaskan hasil diagnosis dokter terkait penyebab kematian FAC.

Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabidokkes) Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab menyebutkan, ada sebuah luka retakan yang terdapat pada tulang belakang leher FAC. Luka tersebut yang membuat warga negara Prancis itu meninggal dunia.

"'Diagnosa dari dokter yang merawat, ada itu jelas retakan pada tulang belakang di leher yang menyebabkan sumsumnya kena jerat dan sehingga suplai oksigen ke otak dan organ-organ penting berkurang," kata Umar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Umar kemudian menjelaskan kondisi FAC usai percobaan bunuh diri di sel khususnya. Kondisinya lemah saat itu.

"Korban dalam hal ini tersangka FAC dikirim dari ruang tahanan Rutan Polda ke Biddokkes dalam kondisi lemas dan tensi masih teraba masih 90 dan dengan kondisi itu larikan ke Kramat Jati dan sampai di GD dan dilakukan tindakan sesuai prosedur yang ada," paparnya.

"Di sana dilakukan tindakan sebagaimana kita menyiapkan untuk mempertahankan kehidupan seseorang, tanpa membedakan apakah dia pasien atau tersangka," sambungnya.

Saat ini jenazah masih berada di RS Polri Kramat Jati. Polisi berkoordinasi dengan pihak Kedubes Prancis untuk pemulangan jenazah.

Selanjutnya
Halaman
1 2