Polisi Ungkap Kendala Identifikasi 305 Anak Korban Pencabulan WN Prancis

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 21:32 WIB
Sosok WN Prancis yang diduga cabuli 305 anak di Jakarta
Sosok WN Prancis yang diduga cabuli 305 anak di Jakarta. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Seorang warga negara (WN) Prancis berinisial FAC (65) ditangkap setelah menjadi pelaku eksploitasi seksual kepada 305 anak. Polisi menilai upaya untuk mengidentifikasi semua korban menjadi tantangan karena terbentur sejumlah kendala.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyebut saat ini tersangka tidak koperatif. Menurutnya, tersangka tidak mau menyebutkan password laptop miliknya kepada polisi.

"Tantangannya adalah yang bersangkutan (pelaku) tidak mau memberikan password-nya (laptop)," kata Ade kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Kemudian, menurut dia, korban yang masih di bawah umur tersebut tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sehingga proses identifikasi para korban saat ini dilakukan melalui gambar dalam video saja.

"Terus yang kedua adalah bahwa anak ini masih anak-anak sehingga tidak terintegrasi dengan E-KTP, gitu. Kita belum punya daftar anak, gitu, sehingga yang tahunya dari gambar video saja. Jadi kalau misalnya orang dewasa mungkin identifikasi wajahnya bisa ketahuan siapa, tapi (korban) ini tidak terdata di kependudukan," katanya.

Seperti diketahui, FAC (65), warga negara asal Prancis, ditangkap polisi lantaran terbukti melakukan persetubuhan dengan 305 anak. Polisi menyebutkan pelaku mengaku sebagai fotografer dan merayu korban untuk dijadikan fotomodelnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyebutkan hingga kini baru ada 17 korban yang berhasil diidentifikasi polisi. Dia mengatakan dari korban yang berhasil diidentifikasi tersebut, diketahui usia korban berada di kisaran 13-17 tahun.

"Sudah ada 17 (korban) yang dapat kami identifikasi yang memang rata-rata di antara mereka berusia ada yang 13 dan 17 tahun, memang di antara itu ya," sebut Nana.

(fas/fas)