Sekolah Zona Hijau Dibuka, Komisi X DPR Minta Kemendikbud Bentuk Tim Pemantau

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 06:44 WIB
Jubir DPP PKB Syaiful Huda.
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda (Foto: Dok. PKB)
Jakarta -

Sekolah yang berada di zona hijau penyebaran virus Corona diizinkan dibuka untuk memulai proses belajar mengajar tatap muka. Komisi X DPR RI meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membentuk tim khusus untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di sekolah.

"Karena besok itu hari pertama tahun ajaran baru, seruan saya kepada Kemendikbud adalah Kemendikbud harus melakukan pemantauan langsung, terutama di zona hijau yang akan menyelenggarakan sekolah secara tatap muka," kata ketua Komisi X DPR Syaiful Huda saat dihubungi, Minggu (12/7/2020).

"Jadi dibentuk tim khusus on the spot langsung, ketika ada masalah harus diselesaikan hari itu juga, dan dilakukan evaluasi," imbuhnya.

Syaiful meminta tim tersebut melakukan pengawasan yang ketat. Jika ditemukan sekolah yang tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Syaiful meminta Kemendikbud mengambil tindakan tegas.

"Ketika dirasa tidak efektif dan risiko tinggi karena status yang dinamis itu kita minta Kemendikbud untuk mengambil langkah. Termasuk memberhentikan KBM (kegiatan belajar mengajar) ketika protokol kesehatan tidak bisa dilaksanakan di sekolah. Dan langsung minta menyelenggarakan PJJ (pembelajaran jarak jauh) aja," ungkapnya.

Syaiful mengungkapkan bahwa Komisi X memang menyetujui dibukanya sekolah di zona hijau. Namun, dengan catatan protokol kesehatan harus diikuti.

"Memang untuk zona hijau kita menyepakati dibuka, tapi memang lagi-lagi kesiapan kan protokol kesehatannya harus dipastikan oleh pihak sekolah. Mulai pengadaan tempat cuci tangan, sabun cuci tangan, masker, hand sanitizer dan seterusnya," tutur Syaiful.

Tonton video 'Sekolah di Zona Hijau Bisa Beroperasi, Ini 6 Protokolnya':

Selanjutnya
Halaman
1 2