Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Siswa di Kabupaten Bogor Tetap Belajar Online

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 13:46 WIB
Ilustrasi belajar online
Ilustrasi belajar online (Foto: dok. Shutterstock)
Bogor -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor belum mengizinkan siswa belajar tatap muka di sekolah saat tahun ajaran baru 2020-2021, yang dimulai besok. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor Entis Sutisna mengatakan siswa masih belajar secara online.

"Sesuai edaran Perbup (Peraturan Bupati Bogor) No 40 Tahun 2020 perpanjangan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) transisi mulai 3 sampai 16 Juli 2020 adalah belajar melalui online," kata Entis ketika dihubungi, Minggu (12/7/2020).

Dia menambahkan, sesuai edaran perbup itu, siswa dari jenjang pendidikan TK/PAUD sampai menengah dan lembaga pendidikan nonformal masih belajar secara daring sampai 16 Juli. Sedangkan untuk 17 Juli 2020 sampai seterusnya, Entis menyebut masih akan dibahas besok.

"Adapun untuk tanggal 17 Juli sampai seterusnya menunggu ederan Bupati. Insyaallah pembahasannya besok," ucapnya.

Untuk diketahui, tahun ajaran baru 2020-2021 akan dimulai besok, 13 Juli 2020. Kemendikbud sudah membuat buku saku panduan pembelajaran pada masa pandemi Corona.

Seperti dilihat, Minggu (12/7/2020), panduan ini dijadikan acuan pemerintah daerah dalam mengatur satuan pendidikan sebelum mendapat izin pembelajaran tatap muka di sekolah. Diharapkan panduan ini bisa mempermudah masyarakat untuk mengetahui kebijakan pemerintah terkait pembelajaran di tahun ajaran baru saat pandemi COVID-19.

"Satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, DAN MERAH, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan belajar dari rumah (BDR)," demikian isi buku saku yang dibuat Kemendikbud.

"Peserta didik yang tinggal di daerah ZONA KUNING, ORANYE, atau MERAH dan/atau dalam perjalanannya ke dan dari satuan pendidikan harus melalui ZONA KUNING, ORANYE, dan/atau MERAH tetap melanjutkan BDR. Peserta didik yang berasal dari daerah ZONA KUNING, ORANYE, atau MERAH dan kemudian pindah ke ZONA HIJAU tempat satuan pendidikan berada harus melakukan isolasi mandiri selama 14 (empat belas) hari setelah kepindahan dan sebelum melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan," tulis isi buku saku yang dibuat Kemendikbud.

(idn/idn)