Round-Up

Saat Tommy Bubarkan Munaslub Berkarya karena Dinilai Inkonstitusional

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 07:37 WIB
Tommy Soeharto membuka multi grosir alias supermarket grosir di Cibubur. Putra dari Presiden ke-2 Indonesia Soeharto itu membuka supermarket bernama GORO.
Foto: Tommy Soeharto (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Ketum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra turun membereskan manuver sejumlah kader yang menamakan diri Presidium Penyelamat Partai Berkarya. Bahkan pria yang dikenal dengan panggilan Tommy Soeharto membubarkan langsung munaslub yang digelar Presidium Penyelamat Partai itu.

Presidium Penyelamat Partai Berkarya sempat muncul dengan menyerang pengurus DPP Partai Berkarya. Mereka juga mendesak penyelenggaraan munaslub.

Desakan ini mengacu gagalnya Berkarya menembus parlemen 2019-2024. Selain itu, presidium ini menyebut DPP Berkarya tak menentu nasibnya usai gelaran pemilu. Presidium Penyelamat Partai Berkarya juga mengklaim mereka hadir karena ingin menyelamatkan Berkarya.

Hingga akhirnya, Presidium Penyelamat Partai Berkarya kembali muncul dan menyatakan akan menggelar munaslub pada 11 Juli 2020. Wakil Ketua Presidium Penyelamat Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengungkap munaslub dilakukan untuk melakukan evaluasi, perubahan, dan pengembangan partai. Andi menuturkan, meski permintaan evaluasi telah disampaikan, selama ini Partai Berkarya belum pernah melakukannya.

"Persiapan kami untuk menghadapi munas ini dalam rangka evaluasi lokal perubahan anggaran dasar/anggaran rumah tangga terkait dengan pengembangan partai ke depan untuk menghadapi Pemilu 2024," kata Andi, Kamis (2/7/2020).

Terkait bursa ketum, Andi mengatakan saat ini terdapat dua kandidat, yakni Tommy dan Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi Pr. Andi mengatakan munaslub dilakukan bukan untuk membenturkan keduanya. Namun, bila Muchdi memimpin, diharapkan Tommy menjabat sebagai dewan pembina.

"Selain Pak Tommy, ada Muchdi Pr. Saya kira hanya dua. Tentunya dua-duanya ada pendukung, pendukung status quo kondisi seperti sekarang ini tentu ke Tommy, kalau ingin perubahan tentu ke Pak Muchdi," sebutnya.

Atas manuver Andi Cs itu, Tommy sudah mengeluarkan ancaman. Pada Rabu (8/7), ia mengancam akan mencopot kadernya yang mendesak menggelar Munaslub. Tindakan itu, menurutnya sesuai dengan AD ART partai.

"Dengan izin rapat pleno ini dan dukungan DPW, saya akan ambil tindakan tegas untuk mencabut keanggotaan dan mencopot sebagai pengurus juga sebagai anggota majelis tinggi partai, karena hal itu dimungkinkan sesuai AD ART," kata Tommy seperti dikutip Antara, Rabu (8/7).

Tonton video 'Tommy Soeharto Hentikan Munaslub Partai Berkarya Karena Dianggap Ilegal':

Selanjutnya
Halaman
1 2