Persiapan Akhir, Sejumlah Gereja Katolik di Jakarta-Bekasi Buka 12 Juli

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 15:12 WIB
Petugas kebersihan melintas di depan pintu Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (5/4/2020). Pasca Kemenkes resmi merilis Peraturan Menteri Kesehatan No.9 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, bentuk ibadah misa gereja dilakukan secara live streaming melalui media sosial, termasuk rangkaian ibadah paskah yang akan jatuh mulai Kamis (16/4/2020) hingga Minggu (19/4/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Gereja Katedral Jakarta (Muhammad Adimaja/Antara Foto)
Jakarta -

Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) memasuki persiapan akhir pembukaan gereja-gereja di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Rencananya gereja-gereja Katolik di wilayah Keuskupan Agung Jakarta buka per 12 Juli 2020.

"Gereja Katolik di wilayah KAJ mencakup wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi saat ini berada dalam tahap persiapan akhir untuk pembukaan ibadat offline, pembukaan perayaan ekaristi yang dihadiri oleh umat di gereja-gereja," kata Sekjen KAJ, Romo Adi Prasodjo, dalam video yang disiarkan di akun Instagram Katedral Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Romo Adi mengatakan rencananya sejumlah gereja dibuka pada 12 Juli 2020. Peribadatan offline, sebut dia, akan dilaksanakan secara bertahap di beberapa gereja paroki yang diizinkan terlebih dulu.

"Kloter pertama itu hanya beberapa gereja paroki yang diizinkan buka, kemudian kami evaluasi minggu depannya baru beberapa paroki lain, yang pasti gereja Katedral Jakarta itu akan menjadi gereja Katolik pertama yang akan dibuka peribadatan di wilayah KAJ," ucap Adi.

"Kemungkinan besar akan dilaksanakan untuk gereja Katedral Jakarta dan beberapa gereja paroki yang lain pada kloter pertama dilaksanakan pada 12 Juli 2020, apabila tidak ada aral melintang dan juga tidak ada ketentuan yang akan kami lihat kemudian," sambungnya.

Adi pun mengimbau paroki-paroki di wilayah Keuskupan Agung Jakarta agar mempersiapkan beberapa hal seperti fasilitas sarana prasarana persiapan kebiasaan baru, sumber daya pelayanan pastoral, hingga persiapan mitigasi risiko. Dia juga meminta hanya umat yang dalam keadaan sehat dan telah mendaftarkan diri yang bisa ibadat di gereja.

"Kami syaratkan semua ketentuan seusai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan bagi pemerintah, kami mohon umat yang hadir bisa melakukan self assessment diri sendiri, memastikan dirinya sehat, tidak dalam gejala, karena untuk tahap pertama pembukaan semua umat yang hadir adalah umat yang sudah mendaftarkan diri melalui aplikasi bela rasa," ungkapnya.

(maa/hri)