Kapan Peribadatan di Katedral Jakarta Dibuka Lagi? Ini Penjelasan KAJ

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Jun 2020 14:47 WIB
Petugas kebersihan melintas di depan pintu Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (5/4/2020). Pasca Kemenkes resmi merilis Peraturan Menteri Kesehatan No.9 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, bentuk ibadah misa gereja dilakukan secara live streaming melalui media sosial, termasuk rangkaian ibadah paskah yang akan jatuh mulai Kamis (16/4/2020) hingga Minggu (19/4/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) memastikan kegiatan peribadatan langsung di Gereja Katedral dan gereja di wilayah Keuskupan belum bisa diterapkan pada Juni 2020. Peribadatan selama masa persiapan new normal masih dilakukan secara live streaming.

"Gereja Katedral Jakarta dan gereja di wilayah KAJ saat ini memasuki masa persiapan selama Juni 2020. Dalam masa persiapan ini, belum ada peribadatan umum dan masih menggunakan peribadatan secara live streaming ataupun online," kata pejabat Humas Keuskupan Agung Jakarta Susyana Suwadie dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2020).

Susyana memastikan kondisi ibadat online ini masih akan diterapkan hingga awal Juli 2020. Nantinya, sebut Susyana, ketika sudah mendapatkan izin dan kejelasan kondisi serta status dari pemerintah pusat dan daerah, barulah pada awal Juli 2020 bisa dilaksanakan kegiatan ibadat langsung di gereja.

"Gereja Katedral dan Gereja di wilayah KAJ diizinkan membuka peribadatan umum di sekitar awal Juli 2020 setelah mendapatkan izin dari satuan gugus tugas setempat, dari kepala daerah, dan dari Keuskupan Agung Jakarta, dengan catatan memperhatikan kondisi dan status yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ucap Susyana.

Selain itu, Susyana menyebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh umat selama masa persiapan gereja menghadapi masa tatanan kehidupan baru.

"Dalam masa persiapan di bulan Juni ini, tiga hal perlu dipastikan, kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan para petugas dan setiap umat yang menghadiri ibadat beserta semua tuntutan, dan meminimalkan risiko dalam rangka memasuki tatanan kehidupan baru," imbuhnya.

Berikut ini pernyataan lengkap KAJ berdasarkan Surat Keputusan No.202/3.5.1.2/2020 Menuju Tatanan Kehidupan Baru di Keuskupan Agung Jakarta:

Selanjutnya
Halaman
1 2