Secapa AD Bandung jadi Klaster Corona, Ini Fakta dan Perjalanan Kasusnya

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 15:45 WIB
Close up of microbiologist hand with surgical gloves holding a positive blood test result for coronavirus. Test tubes rack with blood sample for covid-19 virus, on white background with copy space.
Foto: iStock/Secapa AD Bandung jadi Klaster Corona, Ini Fakta dan Perjalanan Kasusnya
Jakarta -

Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat atau Secapa AD Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan terkait penyakit COVID-19. Institusi pendidikan militer ini menjadi klaster terbesar penularan virus Corona di Indonesia setelah 1.262 orang dinyatakan positif terjangkit.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan akan menyiapkan tindakan cepat untuk menangani klaster Corona di Secapa AD Bandung. Tindakan telah dikoordinasikan dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letnan Jenderal Doni Monardo.

"Tindakan cepat kami lakukan, akan disiapkan. Kami menyadari dengan kerendahan hati, bahwa ini adalah dinamika, kadang-kadang tidak siap, kadang tidak paham. Satu hal yang harus dipahami, Jabar ini penuh dengan institusi pendidikan vertikal. Pengelolaannya di pusat, murid atau siswanya datang dari sejumlah daerah di Indonesia," ujar Ridwan yang kerap disapa dengan Kang Emil itu.

Berikut sekilas fakta dan perjalanan kasus klaster Secapa AD Bandung:

1. Profil Secapa AD Bandung

Dikutip dari situs secapaad.mil.id, Secapa AD Bandung memiliki model pendidikan terpusat atau satu atap yang dipimpin seorang komandan. Saat ini komandan Secapa AD dijabat Mayor Jenderal TNI Ignatius Yogo Priyono, MA, menggantikan Brigadir Jenderal TNI Urip Wahyudi, SIp yang melaksanakan tugas tersebut pada 2018-2020.

Secapa AD Bandung berlokasi di JL Hegarmanah nomor 152 Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141. Sekolah ini memiliki beberapa fasilitas untuk menunjang proses pendidikan di Secapa AD Bandung, salah satunya klinik pratama yang berada di lingkungan sekolah.

2. Sempat mengunggah video bersepeda

Dalam situsnya, Secapa AD Bandung sempat mengunggah video Tingkatkan Imun dengan Bersepeda pada (9/7/2020). Acara gowes bareng tersebut dilakukan bersama pimpinan Secapa AD Bandung saat ini. Peserta tampak mengenakan masker selama pelaksanaan acara sambil sesekali melepasnya saat sedang bicara.

Olahraga, sebagai salah satu penerapan pola hidup sehat, terbukti mampu mencegah penyakit. Tentunya pelaksanaan olahraga harus memperhatikan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan COVID-19. Selain menggunakan masker, protokol kesehatan lain adalah menjaga jarak dan rajin cuci tangan.

3. Perkiraan awal klaster Secapa AD Bandung hanya 200an orang

Klaster corona Secapa AD Bandung sempat dibicarakan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar). Dalam keterangan pada Rabu (8/7/2020) perkiraan awal jumlah yang terinfeksi COVID-19 adalah 200an orang. Sebagian dirujuk ke Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi, dan RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

"Untuk jumlah yang terkena belum fix, perkiraan di atas 200 yang terpapar. Sesuai arahan Pak Gubernur dalam rapat evaluasi gugus tugas selanjutnya akan kita lakukan masif tes, terhadap hampir 20-an lagi sekolah pendidikan kemiliteran yang ada di Provinsi Jabar," kata Juru Bicara GTPP Jabar Berli Hamdani.

4. Secapa AD Bandung diisolasi

Dalam keterangan yang disampaikan Kamis (9/7/2020), kompleks Secapa AD Bandung diisolasi untuk mencegah penyebaran lebih luas. Saat ini total 1.262 orang positif corona di klaster Secapa AD. Sebanyak 17 orang dirawat di RS Dustira, Cimahi, sementara 1.245 orang dikarantina di lokasi Secapa.

"Seluruh komplek pendidikan sekolah calon perwira TNI AD Bandung kita lakukan isolasi, kita lakukan karantina dan kemudian kita larang untuk adanya pergerakan orang baik masuk ke dalam komplek atau keluar komplek," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

5. Akses menuju Secapa AD Bandung ditutup

Kang Emil merekomendasikan kawasan Hegarmanah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro atau PSBM untuk menekan risiko penularan. Hegarmanah adalah lokasi berdirinya Secapa AD Bandung, Jawa Barat.

"Saya sarankan kawasan di Hegarmanah dan sekitarnya dilakukan PSBM secara ketat. Jalan-jalan masuk ditutup, yang boleh masuk hanya penghuni. Yang kira-kira sekunder, tersier ditahan dulu. 14 hari ditutup dulu untuk memastikan tidak ada kebocoran," kata Kang Emil.

Warga sekitar Secapa AD Bandung selanjutnya juga akan mengikuti Rapid Test COVID-19 untuk mengetahui kemungkinan terinfeksi virus corona. Pemerintah setempat akan fokus pelaksanaan tes massal lebih dulu sebelum mempertimbangkan pembatasan aktivitas.

Tonton video 'Corona Merebak di Secapa AD, DPR Desak TNI Ambil Langkah Taktis':

(row/pal)