Warga Sekitar Secapa AD Tolak Rapid Test, Ridwan Kamil: Hukumnya Wajib

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 14:12 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) mewajibkan warga yang bermukim di sekitar Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung untuk mengikuti rapid test.

"Kami sudah bersepakat dengan pak wali, sebagai pembina Gugus Tugas kota Bandung, pengetesan lingkungan sekitar wajib hukumnya, tidak boleh menolak. Itu akan kami lakukan secepatnya," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).

Diberitakan sebelumnya, Jumlah kasus yang didapatkan dari klaster Secapa TNI AD pun cukup mengejutkan yaitu sebanyak 1.262 kasus.

Dari 1.262 kasus tersebut, hanya 17 kasus yang mendapat perawatan serta isolasi di rumah sakit. Sedangkan sisanya, 1.245 kasus merupakan orang tanpa gejala atau OTG.

Walikota Bandung Oded M Danial memastikan, selain rapid test, pihaknya juga akan melakukan swab test pada Minggu (12/7). Pemeriksaan akan dilakukan Balaikota Bandung.

"Insya Allah, Kota Bandung siap untuk melaksanakan arahan dari gubernur. Sesunggunya, Setelah mendengar informasi ada klaster di lingkungan Hegarmanah ini, saya langsung bergerak menginstruksikan kepada Gugus Tugas Kota Bandung, untuk melakukan rapid," katanya,

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, baru ada 28 warga yang bersedia diperiksa menggunakan rapid test."Insyaallah Besok, hari minggu akan swab, baru ada sekitar 28 orang yang sudah kami data. Kami akan terus telusuri dan data, wajib melaksanakan pemeriksaan di Balai Kota. Kami akan telusuri dan data agar bisa melaksanakan pemeriksaan.," katanya.

"Yang bersedia baru 28 orang, yang lainnya menolak sementara rapid test," kata Ema di Balai Kota Bandung, Kamis (9/7/2020).

Ema belum mendapatkan laporan terkait alasan warga yang enggan melakukan rapid test sendiri. Pihaknya menduga warga tersebut ketakutan. "Mungkin mereka parno (takut), takut atau apa. Tiba-tiba diperiksa (reaktif)," ujarnya.

(yum/mud)