RS Persahabatan Catat 5 Bayi Meninggal Lahir dari Pasien COVID-19

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 13:51 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Direktur Utama RSUP Persahabatan, Rita Rogayah, mencatat ada 116 bayi yang lahir dari pasien virus Corona (COVID-19). Sebanyak 5 bayi dilaporkan meninggal dunia.

"Kami juga mempunyai pasien-pasien bayi yang dilahirkan dari ibu yang PDP ataupun COVID. Sampai saat ini kami sudah mencatat 116 bayi yang dilahirkan dari ibu PDP atau COVID," kata Rita melalui konferensi pers daring, Jumat (10/7/2020).

Rita mengatakan bayi yang meninggal memang dalam kondisi buruk, seperti berat badan yang rendah. Dia menduga ada faktor kasus ibunya yang menyebabkan bayi lahir dalam kondisi buruk.

"Memang bayi yang meninggal ini 5 pasien itu memang kondisi bayi pas lahir sudah tidak baik, kondisi ibunya memang tidak baik, ini mungkin ada kaitannya menyebabkan bayinya jadi berat badannya rendah, ada kaitannya dengan kondisi ibu, tapi tidak terbukti bayinya terkonfirmasi COVID," terang Rita.

Rita sejauh ini masih menyelidiki soal temuan bayi yang meninggal dari pasien COVID-19. Sejauh ini, Rita belum dapat memastikan apakah karena terpapar Corona.

"Bayi yang meninggal bukan karena COVID, tapi lahir dengan bayi berat badan rendah. Jadi memang kondisi bayi sudah lahir tidak baik. Misalnya ibunya ada yang sudah konfirmasi COVID atau ada yang masih PDP, misalkan bayi yang dilahirkan dari ibu PDP itu COVID, kami akan evaluasi. Tapi biasanya selama ini ada yang meninggal meninggalnya bukan karena COVID," tuturnya.

Sebelumnya, RSUP Persahabatan, Jakarta Timur memperbarui jumlah kasus virus Corona yang mereka tangani. Secara kumulatif ada 385 pasien kasus positif Corona yang sudah dirawat.

"Sampai saat ini pasien yang sudah dirawat di RS Persahabatan 1.179. Poliklinik yang kami gunakan melayani pasien-pasien ODP berjumlah 3.167. Dari total 1.179 pasien ini yang terkonfirmasi COVID sebesar 32,7 persen (385 pasien)," kata Dirut RS Persahabatan Rita Rogayah lewat konferensi pers daring, Jumat (10/7).

Tonton video 'Tinjau Penanganan Corona, WHO Bentuk Panel Independen':

(dwia/dwia)