Muncul Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Minta Warga Tak Panik

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 13:40 WIB
Ridwan Kamil ingatkan Bupati Bandung soal penyebaran Corona di pasar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Hegarmanah, Cidadap, Kota Bandung menarik perhatian publik setelah ditemukan 1.262 kasus positif COVID-19. 17 orang dirawat di rumah sakit rujukan, sementara 1.245 orang lainnya tanpa gejala atau OTG dan dikarantina mandiri.

Menanggapi kejadian luar biasa tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau agar warga tidak panik. Pasalnya, institusi militer lebih siap melakukan penanganan dan disiplin dalam melakukan karantina orang yang terpapar virus Corona.

"Saya menelepon langsung dengan Panglima TNI. TNI ini punya sistem yang lebih siap dan lebih banyak. Pengetesan massal mandiri swabnya oleh RSPAD. Kemudian, dipahami dan disepakati bahwa panglima TNI juga turut mewaspadai pusat pendidikan yang lain, media juga bisa melihat mayoritas OTG, hanya 17 yang dirawat dari seribuan sekian," ujar Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).

"Ini mengindikasikan penyembuhan 14 hari di Secapa ini bisa berlangsung dengan cepat. Karena yang masuk ke lembaga pendidikan itu adalah orang yang sehat, kuat, masuk virus ke respiratorinya, sembuhnya juga dari pengalaman di Sukabumi (Setukpa) itu hampir 100 persen, warga jangan panik," ucap Kang Emil.

Beredar kabar lebih dari 1.245 orang yang terpapar COVID-19, kendati begitu Kang Emil belum bisa mengonfirmasi hal itu. "Yang isu 2.000 itu belum dengar laporannya, tapi pak Doni Monardo menyatakan data itu tidak boleh ditutup-tutupi. Kalau baik bilang baik, kalau buruk bilang buruk. Semuanya hadapi bersama-sama," ujarnya.

Walikota Bandung Oded M Danial berharap, ditemukannya klaster di institusi pendidikan ini bukan pola. Menurutnya, hal ini tidak akan memengaruhi tingkat kewaspadaan di Kota Bandung. "Saya berharap tidak masuk atau memengaruhi zona," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) juga akan diterapkan di kawasan Hegarmanah yang menjadi akses menuju Secapa selama 14 hari ke depan.

(yum/mud)