Pasar Panorama Bengkulu Sepi Usai Jadi Klaster Penularan Corona

Hery Supandi - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 12:40 WIB
Suasana di Pasar Panorama Bengkulu (Hery-detikcom)
Suasana di Pasar Panorama Bengkulu (Hery/detikcom)
Bengkulu -

Pasar Panorama, Bengkulu, sepi pembeli usai ada 19 pedagang dan keluarga pedagang di pasar ini dinyatakan positif Corona. Para pedagang pun mengeluhkan kondisi ini.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Panorama Mulyadi mengaku pendapatannya menurun 40 persen dari sebelum pasar ditetapkan sebagai klaster penularan COVID-19. Dia berharap kondisi sepi ini segera berlalu.

"Pengunjung yang masuk ke dalam pasar semakin sepi sejak adanya pengumuman kluster Pasar Panorama," ujar Mulyadi di Pasar Panorama, Bengkulu, Jumat (10/7/2020).

Mulyadi mengatakan penurunan pendapatan mayoritas dialami pedagang yang berjualan di area dalam pasar. Dia menyebut pembeli lebih ramai di bagian luar pasar.

"Dengan kondisi pasar semakin sepi, kami semakin kesulitan untuk mendapatkan rezeki. Tidak sedikit pedagang yang menggantung kehidupan dan perekonomian keluarganya di pasar ini, untuk itu kami minta pemerintah dapat membuat solusi atas persoalan kami ini," ujar Mulyadi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, meminta pedagang dan pembeli di Pasar Panorama tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19. Herwan mengatakan positif COVID-19 dari klaster Pasar Panorama berjumlah 19 kasus, terdiri dari sembilan orang pedagang dan 10 orang keluarga pedagang.

"Diharapkan dengan adanya penambahan kasus ini pedagang semakin sadar bahwa kasus COVID-19 ini sudah ada di tengah-tengah pedagang, artinya mereka harus taat menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, pakai face shield dan siapkan cuci tangan," ujar Herwan.

Herwan mengatakan pihaknya masih menelusuri riwayat kontak erat dengan 19 orang positif COVID-19 itu. Penelusuran dilakukan untuk mencegah penyebaran makin luas.

"Kami juga mengimbau bagi pedagang yang merasa memiliki kontak erat dengan kasus positif untuk sementara isolasi mandiri dulu agar angka penularan ini dapat kita tekan," ucap Herwan.

(haf/haf)