Ekspresi Jokowi Saat Marah Nyinyir ke Para Menteri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 11:21 WIB
Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)
Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)

"Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai hal ini," kata Jokowi di menit 8 detik 51, dengan tangan kanan dan kiri menjunjung ke arah atas, menunjuk ke orang yang dia maksud, yakni ke Prabowo Subianto. Jokowi tidak menunjuk Prabowo dengan satu tangan saja, apalagi dengan telunjuk. Suara Jokowi juga relatif bervolume dan bernada rendah-terkontrol saat menyebut 'Pak Menhan'.

Kepolisian juga diperintahkannya mengerem belanja-belanja dari luar negeri. Jokowi menarik tangannya dari depan ke arah badannya, seolah sedang menarik tuas rem betulan. Perintah ini disampaikannya supaya ekonomi dalam negeri bisa bergairah di tengah kondisi pandemi.

"Sekali lagi, percepat belanja," kata Jokowi menekankan pesannya, dengan tangan naik dan jempol mengacung, dientakkannya ke depan dengan relatif keras.

"Belanjanya produk dalam negeri," sambung Jokowi lagi, dengan gaya penekanan serupa.

Pada menit 9 detik 52, Jokowi berpesan agar kementerian dan lembaga tidak membeli produk luar negeri. Ekspresinya menatap lurus ke depan, yakni ke para menteri tangannya tidak bergerak. Alat rapid test, PCR, masker, APD, semuanya bisa dibeli di dalam negeri.

"Apalagi hanya masker, buaanyak kita produksinya," kata Jokowi dengan tangan kanan mengentak.

Jokowi menekankan perkara belanja produk dalam negeri ketimbang belanja produk dalam negeri, seperti perkara ini merupakan hal yang sangat perlu diatasi dan menggejala di kementerian-kementerian. Dia ingin para menteri, dirjen, hingga sekjen kementerian dan lembaga memahami masalah ini. Kedua tangan Jokowi mengentak-entak saat menekankan pesan ini di menit 10 detik 23, sampai-sampai 2 detik selanjutnya Jokowi harus menyeka kening kanannya.

"Saya melihat stimulus ekonomi ini belum," kata Jokowi di menit 10 detik 55, kemudian menghentikan kata-katanya. Bibirnya seperti mencibir.

"Bansos, sudah lumayan," kata Jokowi, dengan tangan kanan memperagakan gerak ombak.

"Kesehatan, masih perlu dipercepat," kata Jokowi, dengan tangan kanan memperagakan gerakan serupa.

"Stimulus ekonomi, baik untuk yang UMKM maupun yang tengah dan gede," kata Jokowi. "Belum," sambungnya usai jeda sedetik. Cara bicara dengan memenggal kalimat ini bisa diamati pada menit 11 detik 9.

Situasi berubah jadi hening. Jokowi memandangi para menteri di depannya, tanpa senyum. Kemudian Jokowi hendak menutup arahannya, tapi tidak jadi. Dia justru menyampaikan bahwa dia benar-benar memperhatikan kinerja para menteri di depannya itu dengan detail.

Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)

"Saya sekarang ini melihat belanja kementerian itu harian. Naiknya berapa persen, naiknya berapa persen. Harian, saya lihat betul sekarang," kata Jokowi sambil memperagakan gerak tangan kanan membalik-balik halaman dokumen, dengan kalimat repetitif.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," kata Jokowi menyampaikan salam penutup, tanpa melihat para menteri melainkan melihat ke kiri bawah.

Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)
Halaman

(dnu/van)