Puluhan Nakes Positif Corona, RSUD Dok II Jayapura Tak Layani Pasien Umum

Wilpret Siagian - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 18:36 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura untuk sementara waktu tidak membuka pelayanan kesehatan bagi pasien umum (Wilpret Siagian/detikcom)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura untuk sementara waktu tidak membuka pelayanan kesehatan bagi pasien umum. (Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura -

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura untuk sementara waktu tidak membuka pelayanan kesehatan bagi pasien umum. Sempat ada 85 tenaga medis terpapar COVID-19.

"Kami sementara tidak menerima pasien umum, karena petugas medis kami banyak yang terpapar COVID-19," ujar Direktur RSUD Dok II, drg Aloysius Giyai, kepada wartawan di Jayapura, Rabu (8/7/2020).

Aloysius mengatakan tenaga medis yang terpapar COVID-19, yakni 5 orang dokter spesialis, 46 orang perawat dan bidan, 13 orang penunjang medis/laboratorium, 4 orang bagian gizi 4, 1 orang bagian farmasi, 4 orang bagian administrasi, 6 orang petugas sekuriti, 6 orang cleaning service, dan 2 orang relawan VCT.

"Jadi kami sudah titip di Hotel Sahid 68 orang, RSUD Abepura 2 orang, RS Bhayangkara 2 orang, Provita 3 orang, RS Marthen Indey 1 orang, dan isolasi mandiri 8 orang," jelasnya.

Setelah dilakukan perawatan, 15 dari 85 orang sudah dinyatakan sembuh. Dia orang di antaranya dalam kondisi hamil.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura untuk sementara waktu tidak membuka pelayanan kesehatan bagi pasien umum (Wilpret Siagian/detikcom)Direktur RSUD Dok II, drg Aloysius Giyai (Wilpret Siagian/detikcom)

"Jadi setelah para tenaga medis itu dinyatakan sembuh, saya nyatakan mereka jangan masuk bekerja dulu sampai kondisi COVID normal," katanya.

"Dari awal saya sudah sampaikan kepada paramedis, jika ada penyakit penyerta jangan bekerja dulu, tetapi mereka sendiri yang tidak mau. Mungkin mereka takut kehilangan ULP dan TPB, padahal saya sudah jamin meskipun tidak bekerja akan tetap dibayarkan," tegasnya.

Aloysius juga mengatakan protokol kesehatan bagi para medis sebenarnya sudah jelas.

"Nah, sekarang semua jadi kesulitan, selain mereka sakit, tetapi juga mempengaruhi operasional rumah sakit," katanya.

Aloysius menjelaskan, untuk pelayanan umum ruangan rawat inap digabung satu ruangan infeksius pria dan satu ruang infeksius wanita, kemudian ruang IGD, Hemidialisa, ICU dan ICCU, kebidanan dan kandungan, perinatologi/bay, ruang anak, paru masing-masing satu ruangan. Ruang rawat inap VIP sementara ditiadakan, jam besuk ditiadakan.

"Jadi semua serba dibatasi saya mohon masyarakat harus memaklumi kondisi ini," tambahnya.

(jbr/jbr)